Apr 27, 2012

Sand Box Google atau Google Dance


Halo semua apa kabar? Mungkin aneh ya tulisan saya kali ini berbeda dari biasanya.Ada apa dengan Sand Box Google? Begitu pentingkah? Apakah wajib tahu?

Terus terang, saya sendiri sangat asing dengan kedua istilahini. Bahkan baru dengan tiga hari yang lalu. Pasalnya, website saya www.gamatluxor.com tiba-tiba hilang darihalaman muka google. Saya coba mengetikkan keyword “gamat” hasilnya tidak ada.Padahal sudah dua bulan belakangan ini website ini bertengger di halaman satuteratas google search. Oh, No!!! saya panik. Stress!! Saya mencoba mencarihalaman demi halaman google dan saya temukan gamatluxor.com terpuruk di halaman22. Lemessss!! Bye-bye order!! Bye-bye bonus :(

Mungkin tanda-tandanya sudah ada sebelumnya. Beberapa harisebelum kejadian ini page rank saya dari halaman 1 mundur ke halaman 4, danberakhir di halaman 22 sampai saya menuliskan ini. Lalu saya tanyak ke customerservice provider website saya perihal penyebab kemunduran page rank web saya.Dikatakan mungkin masuk Sand Box Google. Owwwww… apalagi itu.Lalu saya browsingdi google dan inilah pendapatnya

Sandbox (atau Sandboxing, atau penalti dariGoogle) adalah istilah yang diberikan untuk cara kerja Google melakukanpenyusunan rangking di indexnya. Google Sandbox masih banyak diperdebatkan dan istilah ini muncul pertama kali di tahun 2004 akan tetapi belumada pernyataan resmi tentang kontroversi tersebut.

Tapi dari hasil googling, sepertinya website saya belummasuk Sand Box google ini tapi masih di Google Dance, semoga ya. Karena websitesaya masih ada tapi terlempar jauh dari halaman satu yang diidam-idamkan itu. Ini menurut saya loh ya. Karena saya awam banget dengan ini.

Untuk mengetahui apakah blog/website kita masuk google Sand box silakan cek di sini:
Google Sand Box Checker Tool
Google Banned Checker Tool
Google Penalty Checker Tool
Apa itu Google Dance?
Google Dance merupakan suatu kondisi dimana halaman-halamanyang ada di blog / web kita mengalami penurunan pada hasil pencarian. Ciri ciri blog atau web yang terkena google dance adalah tidak terindex seperti biasanya. Kalau biasanya web/Blog kita ada di peringkat satu, tiba-tiba turun bahkan hilang dari halaman depan, inilah salah satu contohnya seperti yang saya alami saat ini.

Apa yang harus dilakukan agar terhindar dari Google Dance?

1. Posting Teratur.
2. Hindari Trafik tinggi mendadak
3. Jangan copy paste artikel
4. Hentikan mencari backlink.

Doakan ya, agar website saya segera keluar dari Google Dance.

salam,
Rika (yang lagi bingung)



Apr 23, 2012

Jalan - Jalan ke Pangandaran


Jalan-jalan kali ini kami ke Pangandaran. Kami pergi liburan long weekend minggu lalu. Acara jalan-jalan ini diprakarsai oleh atasannya papa Bev. Ceritanya jalan-jalan ini gratis. Hehehehehe.
Kami berangkat dari Bogor hari kamis jam Sembilan malam via jalur puncak. Perjalanan dari puncak ke Bandung lancar. Sempat salan jalan di lingkar Nagrek. Mutar-mutar dan sepi sekali.
Dari Nagrek sudah mulai merayap dan macet total. Ya itung-itung mobil pribadi sepanjang jalan kebanyakan ber plat B ya sudah jelas pengunjung dari ibukota yang haus udara segar seperti kami.
Tiba di Pangandaran jam Sembilan pagi, Kebayang ya dua belas jam perjalanan dari bogor – Pangandaran. Normalnya Sembilan jam. 


Sesampainya di Pangandaran, kami tidak langsung ke penginapan, tapi mampir dulu di pantai. Dan Bev minta turun dan main air. Berlari dan mengejar ombak. Bev tidak takut sama sekali. 


Setelah puas main air, kami cek in di penginapan. Sembari menunggu kunci kamar dari penjaga, Bev mengalami kecelakaan kecil, huhuhu…. Bev kesandung batu saat berlari mau melihat ikan mas di kolam mini hotel. Dan kulit bibir Bev bagian bawah sobek dan berdarah.. hikkk…hikkkssss… 

Setelah beristirahat, kami makan siang di rumah makan seafood Karya Bahari di pasar ikan, di pantai Timur Pangandaran. Rumah makan ini ramai sekali. Berbeda dengan rumah makan disekitarnya. Sepertinya rumah makan ini sudah cukup familiar dengan pengunjung atau mungkin atas rekomendasi pihak hotel seperti kami. Rumah makan ini menyediakan makanan seafood segar. Kita memilih ikan yang masih segar untuk diolah saat itu juga. Dan tidak berapa lama, makanan sudah diantar ke meja dan siap untuk disantap.


Setelah makan siang, kami kembali ke hotel dan istirahat sebentar. Di sore harinya kami memulai petualangan naik perahu ke Pasir Putih. Banyak sekali monyet menyambut. Hehehehehe. Sama pemandu menawarkan untuk masuk ke hutan sebrang pasir putih untuk melihat batuan stalagtit dan stalagmite (bener gak nih). Tapi rombongan lebih meilih main di pasir putih saja. Karena memang hawanya nggak enak gitu ya. Agak-agak horror. Hehehehhe… apalagi buat saya yang bawa anak kecil. Ada sih anak kecil yang lain, tapi Bev yang paling krucil. Akhirnya kami habiskan waktu satu jam di pasir putih, foto-foto, main pasir dan ditontonin monyet. Hehehehe…




Sepulang dari pasir putih, hari sudah sore, Kami kembali ke penginapan dan  melanjutkan berenang di kolam renang penginapan, setelah itu baru mandi dan Bev langsung tidur karena seharian belum ada tidur, bangun-bangun kelaparan. Kami mencari makan ke warung sekitar. Repotnya jalan-jalan bawa anak kecil seusia Bev ya urusan makan. Terpaksa makan terbang dan merdeka. Syukurnya ada warung pasangan kakek nenek (udah tua banget soalnya yang punya), yang saya maintain tolong untuk masak special untuk Bev. Masak sayur tumis caicin + tahu iris pakai bawang goring. Lumayanlah masakan rumahan dan Bev lahap. Belum selesai makannya Bev hujan turun lebat sekali. Secara itu warung tempat kami (Bev) makan di tepi pantai., huhuhuhu udah takut aja air pasang dan, dan dannn tsunami. Hehehehhe hiperbola.

Karena hujan nggak juga reda, akhirnya kami (saya dan tante Bev  dan Bev) menerobos hujan untuk kembali ke penginapan. Dan di depan penginapan banjir., hehehhehehe… Salah satu kekurangan penginapan ini yang bentuknya U dan lebih rendah dari jalan raya, dan sepertinya pembuangan airnya kecil, sehingga begitu turun hujan lebat air menumpuk ke halaman tengah hotel dan banjir. Hehehehhe.. Dan malam itu kami menyantap nasi goreng sebelum tidur.

Hari Sabtu pagi kami berencana akan berpisah dari rombongan, karena kami rencananya mau mengikuti kebaktian Sabat dulu. Berdasarkan informasi kabur yang saya dapatkan dari teman melalui facebook, katanya ada gereja Advent di Pangandaran. Dia hanya menuliskan di hotel Bumi Ayu Pacuan Kuda, begitu bunyi messagenya di inbox fb saya waktu itu, Dan saya pun tidak memastikannya lagi. Dengan pedenya saya berbekal informasi itu, Dan sabtu pagi itu, kami sudah rapi-rapi dan siap mengikuti kebaktian sabat, dan sudah dipinjamin mobil sama atasannya papa Bev. Kami berputar mengikuti tepi pantai mencari pacuan kuda. Dan pacuan kuda yang dimaksud sudah tidak dipakai lagi. Dan kami tanyakan tentang hotel bumi ayu, penjaga pun tidak tahu. Kami malah diarahkan ke pacuan kuda yang baru di Legok yang jaraknya 40 km dari pangandaran. Dan kami mengikuti petunjuk itu. Sia-sia kami menghubungi siapapun saat itu, karena memang teman – teman / sodara-sodara sedang mengikuti kebaktian Sabat. Dan akhirnya, hari itu kami batal mengikuti kebaktian sabat karena tidak ketemu alamat gereja di maksud.

Kami berhenti di Green Canyon dan berganti kostum. Oiya, green canyon hari  sabtu itu tidak bisa dikunjungi. Karena  malam sebelumnya hujan lebat, jadi arus sungai menuju green canyon deras, sehingga tidak mungkin untuk ke sana. Dan rekreasi ke green canyon hari itu ditutup. 


Kami meneruskan perjalanan dan bergabung dengan rombongan di Pantai Batu Karas. Pantai ini kecil, tapi indah dan bersih. Di sini ada beberapa permainan air yang bisa diikuti , seperti banana boat.
Kami mengikuti 3 macam permainan. Dan rasanya puas sekali berteriak dan minum air asin saat diceburkan ketika bermain banana boat.



Setelah mengikuti permainan, giliran Bev main air dan mengejar ombak. Bev tidak takut sama sekali. Sekali waktu tiba-tiba dating ombak besar dan wajah Bev kesiram, tapi dia tidak nangis malah secenges-ngesan. 



Setelah puas bermain, mandi dan berganti pakaian. Oh iya, kami nggak ngeh sama sekali klo ke green canyon atau ke pantai Batu Karas ini akan bermain air dan kami tidak membawa pakaian ganti. Jadilah hari itu beli pakaian lengkap di toko sekitar dan langsung pakaiiii… huhhhhuuuuuuhuuuu…

Dan sudah jam empat sore, belum lunch. Huaaaaa… Bev sudah lapar dan ngantuk. Bev rewel antara lapar dan ngantuk. Akhirnya teller tertidur selagi memesan makanan nasi plus telor ceplok. Akhirnya Bev makan di perjalanan di dalam mobil setelah tertidur selama satu jam.

Kami makan siang merangkap makan malam di warung sate pinggir jalan. Lumayan enak karena perut sudah lapar banget. Sampai di penginapan sudah menjelang malam sudah jam tujuh malam. Kami langsng tepar dan tidur setelah seharian puas bermain.

Hari minggu pagi, kami siap-siap pulang. Jam Sembilan pagi kami sudah cabut dari penginapan. Sebelumnya foto foto dulu 



 Lalu meluncur menuju Tasikmalaya dan rencananya akan mampir di Tasik untuk membeli oleh-oleh dan makan siang di kota ini.

Jam empat sore baru kami keluar dari Tasik dan meneruskan perjalanan ke Jakarta via Garut. Sepanjang jalan Garut merayap padat. Jalanan baru lancar setelah masuk tol Cipularang. Kami tiba di rumah jam dua pagi, dan esoknya hari senin harus masuk kerja.

Tapi totally, liburannya puas banget. Puas bermain, puas berteriak, lega hati hehehehhee…. Siap untuk kembali ke kehidupan normal. Hehehehehe… sampai ketemu di jalan-jalan berikutnya. Thanks berat buat bapak atasannya papa Bev, jalan-jalannya puas pak. Terimakasih banyak. Lain kali mau lagi loh diajak :)



Apr 9, 2012

Sibuk,sibuk,sibuk sekali

Ahhh... lihatlah betapa rumah maya saya ini sudah lama tidak di jamah. Sudah berdebu dan dipenuhi sarang laba-laba. Bulan maret saya cuma posting dua. Iya, hanya dua saja. Saya semakin sibuk saja.
Sibuk dengan sauna, pedi medi, creambath, luluran... oh no! not me... hahahaha... pengennya sih memanjakan diri seperti itu, tapi apa daya, magnet Bev lebih membuat saya betah di rumah di saat libur, bermain dan bermalas-malasn di kasur.

Selain itu, akhir - akhir ini saya jadi semakin sering pulang malam dari kantor. Iya, rata-rata sampai rumah sekitar jam sembilan. Kalau saya ikut jam kantor yang sebenarnya dengan pulang jam lima teng, sebenarnya saya sudah bisa sampai rumah jam tujuh tapi saya harus pulang lebih lama karena masih ada yang harus dikerjakan, selain kerjaan kantor, juga menyangkut kerjaan pribadi. Eh, kerjaan bisnis sendiri maksudnya. Bersangkutan dengan bisnis MLM yang saya geluti saat ini yaitu produk kesehatan ekstrak teripang atau dikenal gamat atau haisom yang terkenal itu dari Luxor.

Pekerjaan sampingan (saat) ini memang cukup menyita waktu saya. Karena masih di handle sendiri hampir 90% oleh saya. Mulai dari menerima order dari customer, mengorder ke kantor Luxor, mengisi data member dan mengirimkan data member, melakukan transfer point dan lain-lainnya. actually, ini sangat sangat menyita waktu saya. Tapi saya sangat excited sekali mengerjakannya. Apalagi kalau saya sudah tau perkiraan bonus saya di bulan itu, menguap sudah segala kelelahan. :)

Oiya,  sebenarnya sudah ada asisten saya, yaitu adik saya sendiri Atik yang sekalian menjaga toko mungil kami (mini stokist), sekalian juga sambil mengawasi Bev, dan menjadi bagian packing dan pengiriman barang ke luar kota.

Dan beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan hubby bagaimana mengatasi kesibukan luar biasa saya di kantor (menghandle pekerjaan kantor sekalian bisnis gamat ini), karena saya pikir saat ini pekerjaan kantor juga membutuhkan konsentrasi tinggi. Secara saya yang bekerja di bagian lalu lintas keuangan harus update setiap saat.

Kami akan mendelegasi tugas supaya tidak terlalu gempor dikerjakan sendiri. Saya, suami dan adik saya Atik berdiskusi tentang pembagian tugas ini. Bila perlu jika sudah tidak bisa kami dihandle lagi, kami akan rekrut lagi pegawai baru.

Atik pun sangat bersemangat dengan penjelasan saya dan suami tentang prospek gamat ini. Memang sampai saat ini, peminat produk gamat teripang ini sangat tinggi. Herbal ini sangat menolong untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit. Memang sulit untuk dijelaskan kenapa bisa demikian, tapi fakta memberikan bukti.

Mudah-mudahan ke depan toko kami semakin besar, dan toko online kami juga dapat bertambah.
Saat ini, dari hati saya yang paling dalam menuliskan saat ini, sesungguhnya saya merasa bisnis sampingan saya ini lebih menantang buat saya, Kadang saya berpikir, ini bagaikan bom waktu saja. Bisnis sampingan saya terlalu menyita waktu saya. Mungkin suatu saat saya bisa di pecat dari kantor saya bekerja, karena saya tidak konsentrasi mengerjakan pekerjaan kantor. owww... saya mau deh, dapat pesangon :)

Tapi juga menjadi cita-cita saya, suatu saat saya pasti akan fokus 100% di bisnis saya saat ini. Saya ingin full time. Sepenuh waktu menjalankan bisnis saya ini. Saya ingin berhenti bekerja kantoran paling lambat saat Beverly masuk SD. it's mean 4-5 year ahead.

Saya ingin punya rumah sendiri yang kamar tidur saya besar, jendelanya lebar sehingga matahari bebas masuk, kamar mandi di dalam kamar, lalu saya mempunyai perpustakaan di kamar itu. kamar di lapisi full karpet, lemari pakaian yang menempel di dinding (bukan lemari yang bisa diangkat/pindahkan), ada meja kecil bulat pendek, tempat anak-anak menggambar atau membaca buku cerita mereka, ada meja kecil untuk tempat saya bekerja di dalamnya. Ahhhh.... indahnya :)

Semoga mimpi ini jadi kenyataan. Dengan terus berusaha dan berdoa tentunnya.

salam hangat,
Rika





Mar 29, 2012

Siapapun kamu, wajib punya Gamat Gel ini di kotak P3K mu

Sabtu siang (24/03) anak saya Beverly 20 bulan tengah asyik menonton DVD kesukaannya bersama sepupunya Adriel dan Audrey yang baru datang dari Bali. Mereka bertiga menonton sambil berdiri dan matanya begitu dekat dengan tivi. Beverly memegang gambok besi pagar yang beratnya sekitar 500 gram yang diletakkan papanya sembarangan ketika kami baru sampai dari gereja.


Adriel tertarik dengan gembok itu dan berusaha merebutnya dari tangan Beverly. Dalam hitungan detik Beverly tiba-tiba menangis kencang dan saya melihat di tangan kirinya ada darah. Lalu saya cek, tidak ada luka di bagian yang berdarah, saya baru ngeh beberapa menit kemudian ternyata jari manis kanan di ruas ujung jarinya yang luka. Darah mengucur deras dan saya melihat ruas ujung jarinya itu robek dan daging putih menyembul keluar mungkin tertimpa sisi tajam dari gembok saat rebutan itu.

Bev menangis kencang . Seumur – umurnya baru kali ini dia menangis sekencang itu. Di kasi Nenen pun tidak mau. Neneknya yang juga sedang ada di rumah kami pada saat itu merasa iba dan menyarankan agar dibawa saja ke rumah sakit untuk dijahit lukanya. Tapi saya berusaha tenang. Kebetulan saat itu gamat gel tidak ada dirumah. Lalu saya meminta papa Bev untuk ambil gamat gel di toko kami yang tidak jauh dari rumah.

Bev menangis histeris saat lukanya saya siram di air kran sambil di pencet sampai darah berhenti keluar. Memang saya terlalu tega memang. Tapi itu yang diajarkan ibu Lisa kepada saya (Top Leader saya). Setelah darah tidak keluar lagi, lalu saya keringkan, lalu saya kasi gamat gel yang banyak lalu dibungkus perban. Tapi yang namanya anak-anak tangannya diperban malah makin nangis dan perban ditepiskannya dan copot. Lalu saya oleskan lagi gamat gel nya tapi tidak di perban lagi sembari berusaha mengalihkan perhatian Bev.


Seharian Beb jadi kolokan dan cengeng. Dia sodorkan jarinya untuk ditiup-tiup. Mungkin karena perih. Malam harinya saat Bev sudah tertidur saya perban lagi tangannya setelah dikasi gamat gel nya yang banyak.

Keesokan harinya lukanya sudah kering. Tapi daging yang menyembul keluar itu sepertinya kalau dibiarkan sampai jarinya sembuh, pasti akan menyembul keluar terus. Lalu saya beranikan diri, saya gunting daging itu. Lalu saya oleskan lagi gamat gel nya.

Berangsur-angsur lukanya menutup. Sampai pada tadi pagi (29/03) berarti terhitung 6 hari sejak kejadian ya, lukanya sudah menutup 99% dan sudah sembuh tanpa meninggalkan bekas sedikitpun. Saya hanya ada foto jarinya yang diperban. Tidak sempat foto saat baru kecelakaan. Tidak kepikiran lagi 

Memang diakui gamat gel ini sangat ampuh menyembuhkan luka. Gamat gel ini terbuat dari ekstrak teripang. Teripang binatang laut yang mampu menyembuhkan dirinya sendiri ketika tubuhnya dipotong sekalipun. Dia tidak mampu, tapi dalam waktu singkat menyembuhkan dirinya sendiri dan tetap hidup.



Saya sarankan buat ibu-ibu yang punya anak kecil di rumah wajib punya gamat gel di kotak P3K nya di rumah. Karena anak kita yang sedang bertumbuh, tanpa takut bahaya kadang terlepas dari perhatian kita, tiba-tiba sudah jatuh saat main sepeda, jatuh di aspal saat berlarian dengan teman seusianya, pegang pisau dapur dan terluka, naik turun tangga dan terpeleset, luka dan memar. Semoga bermanfaat.

ps. Gamat Gel dapat di order di sini

Mar 14, 2012

Dari Bisnis Internet menuju ke Toko (Stokist)


Rencana kami untuk membuka stokist herbal ini sudah ada sejak bulan Desember lalu. Kami ingin memanfaatkan ruko mertua yang tidak terpakai. Memang separoh dari ruko dipakai oleh kakak ipar saya untuk usaha warnet. Daripada kosong tidak bermanfaat, juga atas dukungan mertua, akhirnya kami putuskan untuk membuka stokist di ruko tersebut.  

Karena tadinya ruko dipakai untuk jualan kelontongan sama mertua, kami harus merombak beberapa letak etalase dan memasang kaca di bagian depan dan di pintu. 

Hari minggu kemarin, kami beberes semua barang-barang bekas usaha kelontongan mertua dan mengangkut semuanya ke rumah. Lalu menempel dinding dengan kertas kado agar dinding kelihatan lebih rapi. Memang lebih cantik sebenarnya jika di cat, tapi kami memanfaatkan apa yang ada dulu. Iya, biasa. Tidak mau lebih besar pasak daripada tiang. Dan kebetulan di rumah ada banyak kertas kado eks jualan juga sih.

Setelah selesai menempel kertas kado (bagian putihnya) sebagai wallpaper, lalu kami menempel brosur di bagian tengah dinding. Dan hasilnya, cukup bagus. Eye catching hehehehe.  Sayangnya tidak ingat mengambil gambar ‘before and after’nya ya.

Hari minggu malam itu juga semua barang kami masukkan ke etalase, dan siap launching hari seninnya. Harapan kami, dengan membuka stokist ini dapat menjaring pemakai dan penjual di daerah sekitar rumah dan sekitar toko kami. Memang sejauh ini pemasaran produk kami 99% adalah melalui online. Mulai dari order, rekrut dan pembinaan mayoritas online. Hanya pengiriman paket yang dilakukan dari rumah. Semoga dengan hadirnya toko (stokist) offline kami, lebih banyak leader leader yang berhasil di cetak dan lebih memudahkan pembinaan. Amin.

Feb 20, 2012

Happy Birthday Papa Bev



Tanggal 16 kemarin,  papa Willy aka papa Bev aka suami sayah berulang tahun. ulang tahunnya yang ke-30. yaaaayyyy welcome to thirty club papi... hohohohohhoo...

Sebelumnya nggak kepikiran mau bikin surprise apa buat si papa Bev. Tadinya mau kasi surprise masakan sapi lada hitam. Tapi ya dasar papa Bev "pemakan segala" pasti klo dimasakin itu mah nggak berasa special.

Jadilah 2 hari sebelum hari H saya dapat ide mau kasi surprise kirim cake ultah ke kantornya. Mencari baker aka pedagang cake online apalagi sudah menjelang last minute begini rada-rada susah.
Karena bakuler udah pada full order untuk tanggal segitu. Selain itu, jarak antar dan ongkos kirim  juga menentukan pilihan.

Awalnya mau bikin surprise naughty cake  seperti ini tapi otak saya langsung putar haluan secara si hubby bukan tipe romantis bombastis, dan pertimbangan lain cake dikirim ke kantornya dia, dimana ada pak bos... daripada nanti ganti judul jadi " prahara kue ulangtahun" jadilah saya pesan yang seperti ini ke bu Sari 

Penampakan kue ultah (blm ada lilinnya) yang di email bu Sari kepada saya.

Themanya futsal sih kebetulan saja. Soalnya klo pesan Brownies standar banget gitu ya. Dan kebetulan juga si papa Bev akhir-akhir ini lagi senang-senangnya main futsal. Ndilalalaa... jadilah seperti itu.

Saya pesan agar kue diantar jam 12 siang pas istirahat kantor, ternyata sampai sejam lebih awal dan kebetulan sekali si papa Bev yang terima. Tidak lama kemudian sms meluncur kepada saya:" Thanks ya say"

Happy Birthday papa. Sehat selalu. Sukses untuk karier dan cita - cita kita ya. God Blessed.

Big hug,
Bev and mom

Feb 16, 2012

Modus Penipuan

Selasa kemarin (15/02)sekitar jam 11 siang saya menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Sebagai distributor produk kesehatan Jeli Gamat Luxor dan saya punya website dan nomor hp saya banyak beredar di internet karena saya sering pasang iklan, jadi saya tidak heran dengan nomor tidak dikenal menelpon saya. Saya angkat dan tanggapi dengan baik.


Beginilah percakapan di telpon:

Saya: Selamat pagi

Penipu: Selamat pagi bu. Dengan ibu Rika? Untuk jadi member bagaimana bu? Ibu, direktur luxor bapak Bobby..nnn…nnnn… (terbata bata)

Saya: Saat ini sedang ada promo pak. Bapak bisa lihat detailnya di website saya
Penipu: Jeli gamat 1 liter berapa bu? Rp 460,000 ya bu? Minimal order berapa bu? Memberikan pertanyaan kepada saya secara bertubi tubi.

Saya: Kalau bapak member beli 4 botol rp xxxxx.

Penipu: Ya sudah bu, saya tanyakan dulu. Lalu dia tutup telpon. Entah siapa yang mau ditanya.

Lalu tidak lama kemudian saya terima sms dari agent saya di Jambi. Isinya begini:” Bu, memang benar ya ada dinas sosial Jambi mau beli jeli gamat Luxor? Saya balas:” Baru dengar saya tentang ini” Tidak berselang lama agent saya di lampung telepon saya. Katanya:” bu, tadi saya di telepon katanya pak Toni direktur luxor Jakarta mau kirim barang untuk walikota lampung, Tapi karena ceknya tidak bisa cair, jadi saya disuruh talangi dulu, Karena saya agent di Lampung”.

Insting saya langsung berbicara. Ini PENIPUAN. Lalu saya bilang ke agent saya di lampung, jangan di layani, ini penipuan bu, hati hati ya.

Sembari saya sms in ke agent agent saya agar hati-hati sekiranya di telpon penipu ini (karena nomor HP yang digunakan menelpon saya dan agent yg sudah di telpon sama), agent saya yang lain menelpon saya.

Bertubi tubi telpon dan sms dari agent agent saya menanyakan konfirmasi. Ternyata di PENIPU keparat itu menggunakan modus yang sama ke semua agent saya. Dan dia membawa-bawa nama saya dan luxor Jakarta. Si Penipu ini bilang bahwa pak Toni direktur Luxor mau kirim jeli gamat Luxor 1 liter sebanyak 100 botol barang ke walikota/gubernur kota xxxx (sesuai kota domisili agent agent saya). Tapi karena cek nya belum bisa cair hari ini, jadi tolong anda talangi dulu separoh. Kan, anda agent di kota xxx (kota domisili agent).

Coba bayangkan jika 1 botol rp 460,000 maka 100 botol rp 46 juta. Separohnya 23 juta…. Gilaaaakkkk…

Ternyata si Penipu itu menghubungi semua agent saya mulai dari sabang sampai merauke. Dan ada satu agent saya mungkin dia di telepon sebelum terima sms dari saya. Dari teleponnya ke saya menanyakan tentang kebenarannya, ketika saya bilang INI PENIPUAN dia berucap Astagafirullah…. Serius bu? Katanya kaget. Lalu mematikan telpon. Saya sms, menanyakan apakah dia sudah keburu transfer, agent saya tidak balas sms saya. Ketika saya kirim sms warning tentang PENIPUAN ini , agent saya itu balas begini:”Iya bu, tapi infonya... ” Saya bisa membaca dari reaksi agent saya pertama kali saat saya bilang ini penipuan dan jawaban sms nya yang gantung, dia terjebak. Saya coba telpon lagi, sibuk. Coba lagi beberapa kali, akhirnya masuk. Agent saya bilang:” iya mbak, uang saya hilang”. Saya diam terhenyak. Tidak tau mau bilang apa. Agent saya tidak bilang berapa uangnya yang hilang. Tapi bayangkan jika separoh dari 46 juta. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. Stress saya. PENIPUUU… KEPARATTTTT.

Sampai tadi pagi masih ada agent saya yang konfirmasi tentang penipu ini. Mungkin saat penipu telpon kebetulan HP mereka tidak diangkat. Ada juga yang angkat tapi tidak ditanggapi.

Arghhhhhh…. Stress. Kasian agent saya. Penipu keparat itu. Terimalah kelak upahmu di neraka… hiksssssssss

Bagi teman teman yang membaca ini, hati hati ya. Ada manusia di luar sana penipu, yang tidak takut akan Tuhan, tidak takut dosa, tega melakukan jalan pintas untuk mendapatkan uang dari hasil keringat orang lain.

Rika





Feb 15, 2012

Mendadak Jadi Kutu Buku


Halo blogger? Sudah lama sekali rasanya tidak posting di rumah. Biasalah, sibuk. Banyak banget kerjaan kantor, kerjaan pribadi tidak terkecuali. Baru sekarang nulis lagi deh.

Masih ingatkan yang saya tulis sebelumnya, bahwa tahun ini saya targetkan membaca 52 buku, pengennya tercapai. Tapi jadwal saya sangat padat. Dengan profesi sebagai emak, sebagai juru hitung di kantor, sebagai juru tulis point jaringan, sebagai tenaga marketing bisnis saya, dan sebagainya yang lain, sangat menyita waktu dan tenaga.

Tapi saya tetap bertekad untuk bisa membaca beberapa lembar halaman buku dalam sehari. Waktu yang paling tepat buat saya untuk membaca hanya dalam bus saat saya berangkat kerja. Syukur-syukur kalau saya dapat tempat duduk. Jadi bisa membaca dengan tenang. Namun, kalau tidak dapat tempat duduk, dengan bergaya ala kadarnya, tangan kanan dan kiri gantian gelantungan kayak Tarzan pegangan di sisi bus, tangan satunya pegang buku dan lanjut membacanya. Kadang saya sempatkan juga membaca saat di perjalanan pulang kerja. Tapi repotnya kadang bus penuh banget dan banyak yang berdiri, atau lampu bus yang samar-samar membuat mata sakit kalau dipaksakan membaca.

Pernah satu kali peristiwa, entah karena saya tiba-tiba jadi kutu buku ada kejadian konyol yang membuat saya geli sendiri. Saat itu saya mau berangkat kerja naik bus Cianjur – Jakarta dan tidak dapat tempat duduk. Bus tigaperempat dan ber-AC. Jadi walaupun berdiri masih nyaman dan adem. Lalu saya ambil posisi enak dengan sandaran di kursi penumpang lalu mengeluarkan buku dari tas saya. Saya asik membaca. Tapi beberapa detik ujung mata saya melirik kepada seorang ibu yang duduk di depan saya. Dia tersenyum-senyum melihat saya. Tapi saya cuek saja. 

Sesampainya di terminal Kampung rambutan, saya berganti bus untuk meneruskan perjalanan. Kali ini naik bus non AC dan berdiri lagi untuk kedua kalinya. Walau berdiri saya tetap meneruskan bacaan saya di bus ini. Dan di tengah keasikan saya membaca, ujung mata saya melihat seorang bapak-bapak tersenyum senyum melihat saya. Saya kembali cuek. Saya piker ahhh… apa yang salah. Biasa aja kaleee..

Sesampainya di kantor, saya langsung ke toilet untuk memperbaiki dandanan saya. Ketika saya melihat ke cermin, Astaga!! Kata saya. Sambil saya tertawa sendiri. Pantesan ibu dan bapak itu senyum senyum melirik saya. Ternyata oh ternyata. Ternyata memang ada yang kurang pas dengan penampilan saya pagi itu. Pagi itu saya memakai baju kemeja lengan pendek dan celana panjang hitam. Karena cuaca sering hujan, saya juga pakai jaket jeans. Ternyata kerah baju kemeja saya sebelah kiri masuk dan sebelah kanan keluar. Ah…. Saya tepok jidat sendiri. Saya tertawa, kok saya kok tiba-tiba jadi seperti Estein yang sedang maniak melakukan percobaan demi percobaan, sampai lupa makan, lupa sisiran. Saya tiba-tiba jadi kutu buku jadi gak perhatikan kerah baju saya. Akhhhh…. Saya malu. Tapi saya bisa mentertawakan diri saya sendiri pagi itu.

Feb 7, 2012

Bev 18 Month



Hari ini Bev genap 18 bulan. Puji Tuhan, Bev bertumbuh sehat. Semakin hari semakin pintar. Pertumbuhan motoriknya sangat bagus sekali. Bev sudah bisa menunjuk anggota tubuh seperti: kepala, rambut, mata, telinga, leher, gigi, tangan, perut, pusat, kaki. Belum tau menunjuk hidung. 

Sudah bisa memperagakan memakai shampoo pada rambut saat mandi, menggosok tangan, menggosok badan, kaki dan tangan, menyikat gigi dan cebokan. Sudah tahu marah dan sedih. Sudah bisa buka kulkas sendiri dan mencari makanan di kulkas.

Giginya sudah lengkap. Gigi susu, geraham dan taring semua 16 biji.Sudah bisa makan nasi keluarga. Senang sekali makan sendiri. Kebiasaan barunya menyeruput sop hangat dari mangkok. Kebayang nggak sih? Kalau ini memang ajaran emaknya. Hehehehhe. Awalnya coba-coba, lama-lama jadi favorit.

Rajin banget bantu-bantu beberes di rumah, mulai dari memberantakin pakaian – pakaian yang sudah disetrika, menyapu bahkan ikutan menjemur pakaian. Kalau dilarang pasti nangis. Jadi dibiarin saja deh. Sudah tau membedakan mana pakaian papa, pakaian mama, dan pakaian Bev.

Takut sama kucing. 

Perbendaharaan katanya belum bertambah banyak. Baru bisa bilang mama, papa dengan sangat jelas.  Yang lainnya baru sepotong sepotong. Seperti: bis (habis), nyak (enak), mau (sambil menggeleng, artinya nggak mau), ntak (minta), dah (sudah), guguk (anjing), cak (cicak).

Paling rajin menggunting kuku. Memang dari sejak bagi Bev sudah dibiasakan rajin gunting kuku. Jadi sampai sekarang dia sudah tau. Kalau dibilang mau gunting kuku, Bev langsung mencari gunting kuku digantungan kunci. Begitu ketemu, dia duduk dan langsung berlaku seolah-olah sedang menggunting kuku kakinya  sendiri. 

Semoga sehat terus dan semakin pintar ya Bev.

Feb 5, 2012

Pengakuan Maryoto


Kulihat Maryoto senyum-senyum sembari memandangi HP di tangannya. Tidak lama kemudian dia tertawa cekikikan di depan komputer di ruang kerjanya. Saya tidak ambil pusing. Mungkin dia baru menerima sms forward yang isinya gokil atau sedang browsing Dari  mbah google. Ya, hanya dia yang tau.

Maryoto adalah rekan kerja saya. Dia menjabat sebagai marketing manager di perusahaan tempat kami bekerja. Jabatan ini tidak didapatnya dengan mudah. Tapi dia melalui anak tangga karir di nol di perusahaan ini. Mulai dari Office boy. Siapa sangka seorang Maryoto dari office boy bias menjadi marketing manager? Tapi itulah kenyataannya. Keuletan dan kesetiaannya tak terkecuali rezeki dari Tuhan menuntunnya kepada jabatan itu. 

 Maryoto orangnya supel, mudah bergaul, dan baik hati. Pembawaannya yang luwes dan penuh canda tawa membuat para customer kami pun menyukainya. 

-------------
Hari ini, saya berencana pulang dari kantor tepat waktu. Karena sudah beberapa hari saya pulang malam karena kerjaan yang begitu padat. Setelah beberes peralatan kerja saya, saya berkemas sembari berdiri keluar ruangan saya. Kemudian mengunci pintu ruangan. Lalu saya menuju ruangan Maryoto yang kebetulan bersebrangan dengan ruangan saya untuk mengambil barang titipan saya. Saya memesan cake dari isteri Maryoto yang handal memasak itu.

Sembari keluar dari ruangan Maryoto, Maryoto sembari bergumam memanggil saya. Saya berbalik kembali masuk ke ruangannya. Lalu Maryoto bercerita tentang hal yang akhir – akhir ini mengganggu pikirannya.

“ Saya mencintai perempuan yang sudah bersuami bu” kata Maryoto membuka pembicaraan kami sore ini. Maryoto yang duduk di kursi kerjanyasembari   menyilangkan kedua tangannyadi bawah kepalanya sambil bersandar di kursi. Matanya menerawang jauh.

Duggg…. Hati saya tersentak. Tapi saya tidak menunggu kekagetan saya di hadapan Maryoto.Saya berusaha tenang dan mendengarkan kata-katanya.

“ Perasaan ini lebih bu. Lebih dari perasaan cinta saya kepada isteri saya. Perasaan saya ketika masih muda dulu”. Maryoto melanjutkan. 

Saya melihat kegalauan di pelupuk matanya.Saya melirik Maryoto, dia sepertinya sudah selesai dengan kata-katanya. Dia terdiam. Lalu sayamengambil alihkan pembicaraan.

“Dari mana kamu kenal perempuan itu?” kata saya.
Maryoto diam sejenak. Jelas terlihat hatinya galau.Lama baru saya mendapat jawaban darinya.
“Dari facebook bu”. Sahutnya pelan.
“Hahhhh….”  Kata saya tanpa sanggup menutupi perasaan kaget saya. Dalam hati saya menjerit. Ahhhh… Tuhan. Maryoto telah kena virus perselingkuhan lewat facebook.
“Apakah kalian sudah pernah kopdar (kopi darat alias ketemuan)?” desak saya
“Sudah bu” lanjut Maryoto pelan

Pembicaraan kami terhenti karena HP Maryoto bunyi. 

“ Mungkin ini sms dari dia bu”. Ujar Maryoto sembari membuka HP nya di depan saya. Dan betul, Maryoto mendapat sms dari wanita itu, wanita yang notabene isteri orang. Sudah mempunyai suami. Haruskah saya menyalahkan wanita itu?

Otak saya mulai berkecamuk. Kira-kira apa isi sms wanita itu? Apakah isinya ajakan untuk ketemuan sepulang kerja? Ataukah berbunyi seperti ini:” sudah mau pulang ya sayang, hati-hati di jalan ya. Muachhhh… muaacchhh… “ Ah, pikiran saya jadi mengada-ada.

“Saya harus bagaimana bu?” lanjut Maryoto memecah keheningan.

Saya diam. Saya bingung mau berkata apa. Saya bingung mau memulai darimana. Pikiran saya berkecamuk. 

Maryoto adalah teman kerja saya sudah hampir lima tahun di perusahaan ini. Saya cukup kenal dia. Maryoto mempunyai dua orang anak yang sudah remaja. Isterinya memang hanya sebagai ibu rumah tangga.

Saya masih ingat betul kejadian setahun yang lalu. ketika Maryoto pernah cerita, isterinya di bawa ke psikiater. Katanya isterinya cemburu. Isterinya mempunyai pemikiran kalau Maryoto punya selingkuhan. iya, itu dulu. setahun yang lalu. Awalnya karena bercanda. Ketika itu Maryoto mendapat kaos dari customer kami dan dipakai di rumah, ketika ditanya isterinya tentang kaos itu dapat darimana, ceplos Maryoto menjawab:” dari pacarku” kata Maryoto begitu. Itulah awalnya isteri Maryoto jadi sering kumat dan tidak terkendalikan pikirannya. Dia tidak bisa tidur dan kalau pikirannya sudah kacau, tidak segan-segan memukul Maryoto dan terjadilah baku hantam suami isteri. Itulah pengakuan Maryoto.Dan hari ini, kenyataan itu benar. Maryoto berselingkuh dengan wanita lain. Wanita yang sudah bersuami. Yang dikenalnya lewat facebook. Ahhh...

“Berapa umurmu sekarang” kata saya.
“ Empat puluh tahun bu” jawab Maryoto.
“ Mungkin kamu sedang kena virus puber kedua” kata saya menebak
“ Apa iya ya bu? Sepanjang hari, sepanjang malam wanita itu hadir dalam pikiran saya” lanjut Maryoto
“ Banyaklah berdoa. Ingat anak-anakmu. Ingat isterimu sudah pernah sakit kan. Bagaimana kalau isterimu tahu tentang hal ini, lalu sakit semakin parah lagi, dan kenyataan pahitnya isterimu meninggal, bagaimana dengan anak-anakmu? Okelah kamu bias kawin lagi. Tapi anakmu, kasihan mereka”. Kata saya pelan.

“ Wanita itu mungkin kamu kenal hanya luarnya saja. Mungkin Cuma 10% kekosongan hatimu diisi olehnya. Tapi masih ada 90% tempat isterimu. Jangan karena wanita itu bersepatu tinggi sedangkan isterimua hanya bersendal di rumah, kamu langsung berpaling muka kepada wanita itu?. Cobalah merenung. Banyak berdoa ya. Saya turut mendoakan kamu” lanjut saya panjang lebar.

Entah kekuatan apa yang membuat saya bisa berkata-kata seperti itu. Saya yang masih bau kencur begini, menasihati Maryoto yang umurnya satu sepertiga umur saya. 

Maryoto tercenung. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Apakah dia sedang berkhayal tentang wanita itu, ataukah pikirannya ke rumah, kepada isterinya yang sedang menyiapkan makan malam untuk keluarga mereka. Yang selalu setia membuatkan kopi untuk Maryoto setiap pagi. 

Entahlah.

“ Okelah, saya pamit dulu ya. Terimakasih karena sudah mau bercerita pada saya”. Lalu saya pamit pulang. Saya keluar dari ruangan Maryoto dan langsung pulang.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, saya merenungkan pembicaraan saya barusan dengan Maryoto. Sambil memandangi kendaraan berlalu lalang lewat kaca bis, pikiran saya menerawang kemana-mana.

Bagaimana nanti jika isteri Maryoto tahu jika suaminya selingkuh? Bagaimana perasaan Maryoto jika isterinya yang selingkuh? Ahhhh… otak saya capek memikirkannya. Dan tak terasa saya ketiduran bersama khayalan saya di dalam bis ini. Tiba-tiba kernet bis membangunkan saya, bahwa tujuan saya sudah sampai.

“Ahhh… Maryoto, Maryoto. Semoga kamu bertobat. Kasihan isterimu”. Gumam saya sembari turun dari bis.