Jul 5, 2013

Kudapan di sore hari: Chocolatos cake mamamia lezatos :)

Hello mommies, 

Sudah dua hari ini Jakarta digujur hujan terus. Matahari enggan keluar dari peraduannya. Setiap pagi di luar berkabut, kadang sambil gerimis kadang hujan deras. Kurang lebih beginilah musim dingin ala Indonesia. :)

Tadi pagi, berangkat ke kantor juga udah hujan, rasanya males banget keluar ya. Syukur-syukurnya dapat omprengan. Dan penumpangnya cuma berempat sudah termasuk yang punya mobil. Yang biasanya berdelapan. Jadi sangat lega sekali... Dan alamat baiknya, Omprengan yang saya tumpangi via Antasari terus ke SCBD. Pas banget turun langsung depan kantor. Di perjalanan sembari mendengarkan berita radio, jalanan macet poll, ditambah lagi hujan, di tambah lagi jalur contra way nya ke Grogol ditutup. Nggak kebayang deh klo sempat lewat cawang tadi pagi, alamat nyampe kantor jam 10.


Sembari menikmati dinginnya udara, enak juga nih sambil menikmati Choco Cake beli di bawah. Pernah dulu awal-awal hamil mupeng banget makan blackforest. belilah sepotong di salah satu toko cake. keringgg banget. Saya lebih suka yang Choco Cake ini, lebih lembut dan coklatnya yummy dan harganya lebih murah dari blackforest. Dinikmati bersama Yogurt Mulberry. Ehmmm... semoga timbangan nggak melonjak pas kontrol dua minggu ke depan. 



Jun 26, 2013

Letter to Beverly (1)

Dear Beverly,

Hari ini mama menulis ini di perjalanan pulang dari kantor. Mama naik bus Rancamaya agak mama lebih cepat nyampe rumah. Syukur syukur ongkosnya belum naik setelah kenaikan BBM sabtu lalu.


Dear Beverly,


Tahukah kamu, tadi pagi sekitar jam 11 mama mau antar 15 btl gamat buat ponakan bu Erry yang di Tuban. Mama udah janjian dengannya ketemuan di dekat kantor. Ketika mama membawa gamat keluar ruangan ke resepsionis, tali kantong plastik tempat gamat itu putus dan gamatnya berserakan di lantai. Begitu juga lakban dan gunting. Mama deg-degan dan mama pungutin cepat-cepat. Mama sampai gemetar, mama hanya tidak enak diliat teman-teman kerja mama apalagi kalau sampai diliat bapak bos bule.


Dear Beverly,

Hari ini mama masih memikirkan kerinduan mama untuk resign saja dari kantor dan bekerja dari rumah. Dan bisa mendampingimu nak. Tidak terasa umurmu hampir 3 tahun dan begitu banyak momen yang terlewatkan oleh mama dalam pertumbuhanmu. Ketika tante Atik masih bersama kita dan merawatmu dengan penuh cinta, itupun mama merasa tetap ada yang hilang dalam hidup mama. Iya, mama hanya punya waktu sedikit untukmu.

Yang paling menyedihkan lagi ketika tante Atik harus berpisah dengan kita dan membina rumah tangganya sendiri. Kamu harus dijaga oleh mama Dimas. Mama tau, mama Dimas sayang sama kamu. Mama Dimas telaten merawatmu sembari mama tinggal pergi kerja. Mama senang melihat perkembanganmu. Perkembangan perbendaharaan katamu, lulus toilet trainingmu. Tapi mama pernah merasa risih dan sedih kala engkau memanggil mama Dimas dengan panggilan "mama". Well, tapi atas nasehat papa, selagi itu tidak merugikan kita tidak apa-apa. Toh juga tidak mengurangi kadar cintamu untuk mama. Mama tau, engkau memanggil mama Dimas dengan sebutan "mama" karena engkau ikutan Dimas memanggilnya mama.


Dear Beverly,

Puncak drama kesedihan mama yang membuat mama makin ingin resign saja adalah ketika mama Dimas mengajukan mau mengundurkan diri dengan alasan kita juga toh mau pindah rumah. Selain itu karena kedatangan saudara-saudaranya dari kampung untuk wisudaan ponakannya. Mama sempat stress karena oppung juga lagi di medan. Mama hanya bisa minta tolong ke mama Dimas untuk menjaga kamu dulu dak tidak apa-apa kamu dibawa ke rumahnya.

Dear Beverly,

Ketika hari kamis itu, mama Dimas tidak datang hingga tengah tujuh pagi, mama sudah berembuk dengan papa, untuk siapa diantara kami yang libur hari itu. Dan mama sudah siap tidak masuk kerja hari itu. Walau sebenarnya berat, karena dalam tiga bulan belakangan ini mama cukup sering absen. Tiba - tiba mama Dimas muncul lima menit sebelum jam tujuh, dan mama akhirnya memutuskan untuk berangkat ke kantor walaupun bakalan terlambat.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jun 25, 2013

Rejeki Sudah Diatur Sedemikian Rupa Sama Tuhan



Hallo, hallo,
Sudah lama sekali nggak menulis. Nggak terasa bulan juni sudah mau berakhir ya. bulan ini sibuk sekali, eh,, nggak deng. Nggak sibuk sibuk amatlah. Biasa aja. Itu Cuma alasan saja kenapa nggak nge blog. Sebenarnya banyak ide di kepala, pengen nulis lewat BB tapi ya itu tadi, sudahlah.Kali ini mau nulis random saja. Karena banyak yang mau ditulis. 

Penjaga Anak

Ketika adik saya mau nikah dulu saya ketar-ketir siapa yang akan jagain anak saya nanti. Sudah coba tanya sana sini, bahkan sudah coba – coba telepon yayasan. Tapi dari yayasan belum terlalu sreg dan kebetulan belum available. Ada orang gereja yang bersedia, tapi minta Bev dibawa ke rumahnya. Diantar jemput tiap hari. Duhhhh mana jarak rumahnya dengan rumah kami cukup jauh. Kasian juga klo Bev harus di gempol jam 5 pagi naik motor. Tapi akhirnya se ibu ini nggak jadi, lupa waktu itu alasannya apa. 

Tapi Tuhan maha baik, kami ditunjukkan orang yang bersedia di saat-saat terakhir. Sehari sebelum pernikahan adik saya, seorang ibu anggota gereja kami bahkan datang menawarkan diri untuk jaga Bev. Tentu saja saya senang. Mana rumahnya sangat dekat dengan rumah kami. Jadi Bev nggak perlu diantar jemput ke rumahnya. Tapi ibunya sendiri yang datang ke rumah kami pagi-pagi. Nungguin Bev bangun. Bev memang tidak susah diatur, dia sangat mandiri dan mudah diurus. Dia cocok dengan ibu ini. Senangnya lagi ibu ini sangat telaten mengurus Bev. Sangat sabar menunggui Bev makan (yang makannya ngemut). Dan toilet training Bev segera bisa rampung di tangan dia. Dulu saya membuat target seenggaknya umur 3 tahun Bev lulus toilet training. Tapi dengan adanya ibu ini, Bev lebih cepat lulus toilet trainingnya. Dampak positif lainnya, Bev lebih cepat banyak perbendaharaan katanya karena sering diajak main dengan anak-anak tetangga rumahnya dan dibawa ke sekolah TK anaknya. si ibu ini punya anak laki-laki berumur 6 tahun. Dampak kurang baiknya Bev juga menyerap kata-kata yang kurang baik dari pengaruh lingkungan pergaulannya. Ya, begitulah. Saya dan suami mendampingi dan mengarahkan Bev pada malam hari dan hari libur. 

ART mengundurkan diri tanpa pemberitahuan

Sebenarnya ini peristiwanya sudah beberapa bulan lalu. Bulan Maret malah. ART kami adalah yang datang pagi pulang seselesai kerjaannya senin – jumat. Sedangkan sabtu – minggu libur. Kerjaan rutinnya nyapu, ngepel, cuci piring bekas saya masak pagi, kadang dengan piring abis dipake malam hari klo lagi malas nyucinya, nyuci baju pake tangan, nyetrika. Terkadang ngerjain itu semua dua jam saja cukup. ART kami ini bekerja di beberapa tempat, jadi terkadang setrikaannya belum tuntas dia udah pulang. Okelah buat saya nggak apa-apa. Lalu satu kali di hari jumat dia nggak datang. Saya tanya ke yang jaga anak kami, bahwa tukang cuci nggak datang. Cucian mulai menumpuk karena sabtu minggu dia libur. Di tunggu seninnya juga nggak datang. Lalu saya telepon ternyata dia sudah mengundurkan diri tanpa pemberitahuan. Alasannya dia dapat kerjaan di pabrik dan langsung kerja dan tidak sempat datang ke rumah memberitahu. Sore itu resmilah kami tidak punya tukang cuci mulai hari itu, strikaan yang sudah segunung tangkuban perahu dan dan cucian yang setumpukan baju 3 hari itu saya rendam dan cuci tangan sendiri. Dalam kondisi letih lesu dan capek ditambah efek morning sickness, rasanya pengen menangis tapi bersyukur saya belajar menyukuri setiap keadaan. Prettt hahahaha…
Setelah berhentinya si ART langsung mengajukan ke suami untuk beli mesin cuci. 

Langsung PO di release hari minggunya beli mesin cuci di Carrefour. Kebetulan diskon, weitsss,, bukankah careefour selalu punya diskon yang asik? Well, biarin yang lain diskon tapi saya perlunya mesin cuci. Kalau mesin cuci kami yang sebelumnya manual (rusak dihajar tikus) kali ini beli yang lebih bumil friendly, belinya yang kita tinggal masukin cucian, cemplungin detergen nyalakan air. Trus tinggalkan pergi nonton tv atau masak, ntar bunyi alarmnya siap untuk di jemur. Well, setelah si mesin cuci tiba di rumah, yang mengambil alih tugas mencuci adalah suami. Ya walaupun cuma cemplung-cemplung aja tetep ya makan waktu. dasar pemalas ya*

Tapi urusan setrikaan dan beresin rumah, saya minta tolong ke ibu yang jagain anak saya. Dikerjain semampunya aja. Daripada saya yang ngerjain, rasanya pulang kerja itu nyampe rumah udah kliyengan. sudah nggak sanggup lagi ngerjain itu. Upahnya  saya berikan penuh sebesar yang diterima ART yang mengundurkan diri loh. padahal kerjaannya sudah dipotong mencuci. sedangkan ART lama mencuci pake tangan pulak.. Ya, begitulah. Rejeki orang memang beda-beda ya.Tuhan sudah mengatur semuanya.

May 27, 2013

Refashion Kids Wear

Percaya nggak, kalau anak - anak itu bertumbuh sangat cepat. Sebentar aja baju-bajunya udah kekecilan atau kesempitan, padahal bajunya baru sekali dua kali pakai. Jangan langsung beli baju yang baru. Coba bongkar-bongkar lemari, pilih-pilih baju mana saja yang masih bisa di permak (refashion) supaya bisa terus dipakai.

Seperti baju anak saya yang ini. Saya suka modelnya. Tapi sudah kesempitan klo dipake Bev dan kependekan. Jadi hari minggu kemarin, sambil santai santai nunggu di papa Udut pulang dari main footsal (rencana siangnya mau ke bonbin Ragunan ngajak Bev liat Gajah), saya pun melakukan permak aka refashion. halah, bahasanya. hahahahhahaa :)


Before:





Bagian tali pundaknya pendek dan kecil banget. Kedua tali saya gunting. Jangan buang tali ini, nanti bisa dipakai untuk aksesoris bajunya juga.


Gunting 2 lembar kain katun sesuai selera secukupnya untuk pengganti tali pundaknya. Karena saya tidak bisa menjahit mesin dan belum punya mesin jahit, saya menjahitnya dengan tangan (hand sewing).
Jelujur kedua sisi kain dalam posisi terbalik. Kemudian setelah selesai di jelujur, balikkan. Lalu masukkan karet, panjangnya dikira-kira aja. seperti ini.


Kemudian jahit kedua ujung karet seperti ini. 


Sehingga jadilah seperti ini.

 


Kemudian jahitkan dibagian pundak baju tadi.

 

Karena bajunya pun pendek klo dipakai, saya tambahin kain katun yang sama dengan bahan untuk pundak tadi  untuk menyambung bajunya.
Tali pundak bawaan bajunya jahitkan di kiri kanan bawah baju.

Jadinya seperti ini.


 

Setelah di permak, jadi cakep kan. Langsung dipakein sama Bebev kemarin jalan-jalan ke Bonbin Ragunan* (baca: Kebon Binatang).

 


Powered by Telkomsel BlackBerry®

May 22, 2013

Dandan Sendiri


Minggu sore kemarin, sembari menonton tv saya goler-goler di sofa. Bebev putri kami ada di kamar. Trus dia tutup pintunya. Tanpa sengaja kaki saya menyentuh pintu dan mendorong pintunya sehingga terkuak sedikit. Tapi saya tidak mengintip sedang apa dia di sana. 

Bebev hanya menyela dari dalam sambil bilang:” Ada apa,ma?” Saya jawab sekenanya.
” Tidak apa-apa” sambil terus menikmati acara Indonesia Mencari Bakat. 

Saya asik menonton. Beberapa saat tidak terdengar apa-apa, suara hening dari kamar. Saya kira Bebev tidur atau tertidur. Tapi begitu saya liat, dia bukannya tidur tapi lagi asik mainin make up saya. 

Kebetulan make up case saya letakin di atas meja kecil yang mudah dijangkaunya. Saya pingin marah, tapi saya geli dan ngakak sendiri melihat mukanya sudah cemong-cemong. Bibirnya monyong-monyong karena sudah dipakein lisptik. Lalu saya ajak dia keluar kamar. 

 Aku cantik kan Tante :)

Segera saya ambil BB dan abadikan karyanya sore itu. Lihatlah bibir yang monyong berlipstik, coretan eye liner udah mirip kayak kumis kucing. Pelembab muka dijadikannya lotion dioles di tangan. Memang selama ini make case saya selalu di incarnya. Dia sudah bisa menirukan cara kita mengaplikasikan lipstick, bedak, dan printilan lainnya. Hohohohohohohooo… my princesss… langsung saya bersihin mukanya sekalian mandi, trus berangkat jalan-jalan ke Ah Poong Sentul City. Cerita Ah Poongnya menyusul di tempat lain ya :)

Cerita lucu ini ditulis untuk acara Vania's May Giveaway



May 20, 2013

Kegiatan Hari Minggu Kemarin


Seperti biasa, hari minggu woke up late dan pastinya breakfastnya juga late. Hari minggu ini tidak ada rencana apa-apa. Papa Bev dari sabtu malam ikut acara FPK di Taman Safari,acara kantornya. 

Hari minggu pagi, begitu bangun tidur Bev saya tawarin jus jeruk. Sudah pasti dia menyambut dengan antusias. Tapi kali ini saya beri kesempatan buat Bev untuk memeras jus sendiri. Saya hanya potong dua jeruknya. lalu saya kasi twister perasan jeruk. Kemudian saya ajari memegang twisternya. meletakkan tangan kirinya memegang gagang twister dan ibu jari kirinya menekan tutup twister agak kalau Bev menekan jeruk terlalu kencang atau melenceng dari twister, maka perasan air jeruknya tidak tumpah. She understand my instruction and she do it well. Dia memeras 4 buah jeruk dan air perasannya cukup banyak loh. Bev kelihatan bersemangat.


Tidak sempat dipindahin ke gelas lain, Bev langsung minum dari gelas twisternya. ropopolah... hahhahahaa...
Sekejap jus jeruknya habis. Bahkan sisa-sisa perasannya yang saya peras ulang diminta. oke, Baby. never mind. Yang penting Bev senang dan bangga karena sudah bisa peras jus jeruk sendiri. 

Sekitar jam 10 pagi saya dan Bev berangkat ke RSIA Annisa. setelah terlebih dahulu telpon apakah dokter Alvin praktek. Iya, hari ini adalah waktunya kontrol dedek bayi. Sepanjang jalan diangkot Bev terus mengoceh menanyakan rumah om dokter, menanyakan dedek bayi. Sesampainya di rumah sakit langsung daftar dan ternyata antriannya panjang sekali. Saya lalu kabari papa Bev bahwa antrian masih sangat panjang, karena papa Bev bilang acara FPK akan selesai pagi dan dia akan sampai di rumah sekitar jam 11. Iseng aja saya sms papa Bev bilangin bahwa antrian panjang dan kami belum dapat panggilan ke ruang dokter, gak lama papa Bev balas sms bahwa dia akan menyusul. Tidak lama berselang, papa Bev sudah nongol, dan tentunya Bev senang banget. Entah kenapa Bev begitu dekat sekali dengan papanya. Mungkin benar kali istilah yang mengatakan biasanya anak perempuan dekat dengan bapaknya, sedangkan anak laki-laki dekat dengan ibunya. Buktinya Bev. Ditinggal sehari saja sama bapaknya langsung dikangenin.

 Bebev berapa kilo pa? kata Bev

Sambil nungguin panggilan dokter, Bev ditimbang dulu deh sama papanya. Bev 12 kg bulan ini. sama dengan bulan lalu. :)
Saya sendiri BB turun 2 kg dalam 1 bulan. ketika kontrol bulan lalu BB 67 kg. sedangkan hari ini turun jadi 65 kg. Memang efek mual sangat mengganggu selera makan saya dan otomatis turun. Setelah di cek, dedek bayi sudah 12w6d. Pertumbuhannya normal, denyut jantung normal, kata si dokter dedeknya sehat. Jenin kelamin mungkin baru akan ketahuan 2 bulan lagi. heheheheh sudah tidak sabar. Kali ini dikasi vitamin Nulacta dan Damuvit. keduanya vitamin ibu hamil berisi asam folat, DHA, vitamin C, vitamin B komplek. Bulan lalu saya tidak tebus Nulactanya. Tapi mengingat bulan ini BB saya turun dan selera makan turun, maka kedua vitaminnya saya tebus agar asupan gizi untuk dedek bayi tercukupi. 

Piknik di halaman rumah

Sesampai di rumah karena cuaca panas poll, akhirnya kita gelar tikar di depan rumah ala piknik, heheheheh.. dengan makanan pisang goreng, rujak, dan buah-buahan... eh, papa Bev malah ketiduran di sini. :)

May 15, 2013

Motivation: They Have Started!

Oleh: Arie Frederik

Tak peduli seberapa jauh perjalanan yang harus anda lakukan, tak peduli seberapa berat tantangan selama anda melangkah. Anda harus memulainya. Apa yang akan kita hadapi setela memulai biarlah menjadi sebuah misteri. Misteri tidak untuk dipikirkan, karena semuanya akan terkuak saat waktunya tiba.


Kita telah belajar dan dilatih untuk memulai tanpa memikirkan bagaimana nanti hasilnya, apa nanti hasilnya dan seberapa menguntungkan hasilnya. Kita dilatih memulai berjalan tanpa berpikir bahwa kita nanti akan bisa berjalan. Bahkan kita tidak pernah tahu kalau nantinya kita menjadi seorang pelari sprint tercepat di dunia. Kita belajar memulai untuk sekolah. Kita mulai bangun pagi, datang ke sekolah sendirian. Kita tidak pernah memikirkan dan menebak apakah kita akan selalu mendapatkan ranking satu di kelas atau kita mampu berangkat sekolah sendirian. Tapi kita tidak pernah tahu kalau kita nantinya bisa menjadi seorang Presiden, pembawa acara TV terkenal, jadi menteri atau menjadi orang yang disanjung di Negara Indonesia ataupun internasional.


Kita telah terbiasa memulai apa yang kita inginkan. Kita menginginkan sebuah baju atau celana. Kita mulai melangkah untuk pergi ke pasar dan took yang menjual celana atau baju yang anda inginkan. Saat di toko pakaian, kita belum tentu mendapatkan ukuran dan model baju dan celana yang sesuai dengan keinginan kita. Tapi satu hal, bahwa kita telah memulai menjalankan keinginan kita.


Apa yang menghambat kita untuk memulai langkah mewujudkan keinginan kita?


1.Ketakutan


Apa yang kita takutkan? Takut memulai, takut karena merasa tidak mampu? Takut apa yang dilakukan hanya sia-sia saja? Ya kita berhenti memulai untuk mewujudkan apa yang kita inginkan karena rasa takut dalam diri kita. Kita takut waktu kita terbuang karena ternyata tidak memberikan hasil seperti yang kita bayangkan dalam kepala kita. Kita takut untuk memulai karena kita tidak ingin berjuang dan bertahan dalam usaha menwujudkan yang kita inginkan. Kita memikirkan kata-kata orang lain bahwa apa yang kamu kerjakan mungkin tidak berarti karena sudah beberapa kali mengalami kegagalan. Tidak ada tanda-tanda keberhasilan. Jika itu demi keberhasilan, sebuah hal yang baik bagi orang lain, mengapa harus takut?


Justru kita harus takut memulai jika apa yang kita lakukan adalah sebuah kejahatan, entah itu pembunuhan, pencurian, penipuan dan lainnya yang tidak baik bahkan meresahkan orang lain.


2.Merasa tahu Masa Depan


Satu lagi yang membuat kita lupa bahwa kita sudah terbiasa dan dilatih untuk memulai. Semakin dewasa kita, kita semakin hidup seperti peramal masa depan kita. Kita belum memulai untuk melakukan apa-apa, bahkan masih memikirkannya saja, kita sudah tahu bahwa itu akan gagal dan menghadapi berbagai permasalahan yang ada. Tapi ingat satu hal, bahwa apa yang kita perkirakan dan bayangkan dengan apa yang ingin kita mulai, semuanya bisa berubah saat semuanya dimulai. Bahkan saat kita memutuskan untuk memulai dan bertekad bulat menyelesaikannya sampai kapanpun, tantangan dan masalah apapun yang dihadapi seperti dalam pikiran atau realita pasti kita akan menyesuaikan diri untuk menghadapinya dan menyelesaikannya dengan kemenangan, bukan dengan kekalahan.


Memulai tidak pernah sama dengan realita di masa depan. Apa yang anda mulai mungkin bisa cepat berhasil, bisa juga perlu waktu panjang. Bisa sesuai dengan rencana dan gambaran keberhasilan anda, tapi bisa juga menciptakan sesuatu yang baru dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Semua itu tergantung seberapa konsisten dan seberapa bulat tekad anda untuk menyelesaikannya sampai pada kesudahannya.


Kita sudah terbiasa memulai suatu tindakan demi keinginan kita. Kita gagal karena kecemasan dan pikiran kita sendiri. Lalu mengapa kita tidak memulainya?


Keberhasilan selalu dialami oleh orang-orang yang memulai keyakinan akan tindakannya. Menciptakan sebuah mobil bukan hanya sebuah rencana dan perusahaan besar. Mereka telah memulainya lama sebelum produk itu menjadi kenyataan. Mereka telah memulainya dengan menyusun konsep dan menciptakan komponennya.


Kenyataan yang akan anda hadapi adalah hasil tidak pernah bisa dilihat sebelum anda memulainya. Apa yang anda akan hadapi pun tidak bisa anda pastikan sebelum anda mulai melangkahkan kaki anda ke dalamnya. Jadi anda hanya bisa memulai dan melakukannya secara konsisten untuk mencapai hasilnya. Lakukan terus sampai anda melihat hasil dari apa yang telah anda mulai.

May 13, 2013

Postingan di hari senin

Semangat sore, masih semangat? seharian ini nggak enak makan, siang cuma ngemil panada 3 biji ditambah bakpau 2 biji tambah sebungkus rujak. seger euy kedondongnya. hehehehe... Dapat kunjungan dan mba Lydia, seperti biasa kunjungan balik. Saya tertarik dengan update mba Lidya. Jadi saya ikutan deh. Seperti biasa ini PE - ER berantai, walau saya nggak ditimpuk, dengan senang hati ngerjainnya sembari menunggu jam pulang kantor.

1. Nambah atau ngurangin timbunan buku?
    = Gak nambah karena biasanya belinya aja semangat bacanya separoh jalan. 
2. Pinjam atau beli buku?
    = Beli
3. Baca buku atau nonton film?
   = Keduanya oke klo lagi mood, klo nggak mendingan tidur.
4. Beli buku online atau offline?
    = Dua-duanya.
5. Buku bajakan atau ori?
    = Ori iya, bajakan juga pernah. opssss!!
6. Gratisan atau diskonan?
    = Dua-duanya deh.
7. Beli pre-order atau menanti dengan sabar?
    = Tidak satupun
8. Buku asing (terjemahan) atau lokal?
    Lokal. kadang asing terjemahan suka belibet terjemahannya ngaco. mending sekalian         asing ori
9. Pembatas buku penting atau biasa saja?
    = Gak kepake. walo udh dikasi tetep aja hilang dan endingnya lipet ujung buku
10. Bookmarks atau bungkus chiki?
     = Beuhhhhh.... bungkus chiki no way. gak pernah suka.

Pertanyaan Tambahan :

1. Nulis fiksi atau nonfiksi
    = Belum paham arti keduanya. makelum bahasa indonesianya nilainya jeblok. ampe            guru bahasa saya pernah libas telapak tangan saya karena gak paham-paham.
2. Buat nemenin nulis : minuman atau cemilan?
    = Cemilan boleh. tapi cemilan jeruk asam aja. hahahhahaa... efek ngidam.
3. Nulis di laptop atau gadget lain?
    = PC kantor aja. suka sih di bb tapi apa daya sudah gak bisa link dari bb ke blog.
4. Nulis siang atau malam?
    = Siang jam berapa aja seadanya waktu lah wong nulis di PC kantor. tutupmuka*
5. Aku cantik atau engga?
    Cantiklah. klo bukan aku yang puji siapa lagi. apalagi klo senyum. buahahahahhaa 
    

Pertanyaan dari mbak Lidya :

1. Bikin status di FB atau BW?
= Status FB dan BW.  
2. Kopi atau teh manis?
= Nggak keduanya, air mineral aja. 
3. Nulis fiksi atau nonfiksi?
= Ya, crita-crita ringan aja sih. belum paham nulis fiksi dan non fiksi kayak apa. 
4. Komik atau cerita drama?
= Cerita drama 
5. Tujuan hidupmu apa?
= Mengurus anak dengan tangan sendiri 100% (oneday)

May 10, 2013

Hello Mei, update preggo, Big plan


 

Hello, sudah lama tidak menulis. Ini tulisan pertama di bulan Mei ini. apa kabar semua? Semoga sehat selalu ya. Seperti biasa akhir bulan hingga awal bulan merupakan waktu – waktu sibuk buat saya untuk closing laporan keuangan di kantor dan di site job. Dengan double job tentunya perlu tenaga ekstra dan menguras tenaga. Dan sudah satu minggu ini saya terserang flu berat.

Kehamilan saya  sudah memasuki minggu ke-10. Kehamilan kedua ini sedikit berbeda dengan kehamilan waktu Bev dulu. Saya merasakan mual yang lumayan hebat. Kadang pagi, kadang siang, sore bahkan malam. Tidak mengenal waktu, rasa mual bisa muncul kapan aja. Dan selera makan saya pun jauh berkurang. Sarapan pagi hanya 3 lembar roti gandum dan segelas susu coklat sudah cukup sampai makan siang. Makan siang termasuk makan berat. Sedangkan malam saya jarang makan, apalagi kalau mual menyerang di sore hari hingga jelang malam, pergi tidur adalah pilihan tepat. Tapi saya usahakan ngemil buah dulu. Buah yang paling mujarab untuk mengatasi mual ini adalah buah jeruk dan buah salak. Kedua jenis buah ini selalu sedia di rumah, di tas dan bawa ke kantor. Setiap kali rasa mual datang, langsung makan buah rasanya lebih baik. 

Waktu saya hamil Bev dulu sama sekali tidak ada rasa mual, ngidam. Kata orang hamil”ngebo” . Katanya juga masa mual ini hanya terjadi di triwulan pertama kehamilan. Berarti masa ini akan segera berakhir, ya, tinggal 2 minggu lagi. Semoga setelahnya udah kembali normal. Kami baru satu kali control ke dsog. Kami memilih dokter yang sama dengan dsog saya waktu kehamilan Bev. Tapi jam prakteknya berubah. Cuma suami lebih prefer sama beliau. Syukurnya ada jadwal prakteknya hari minggu. Tapi harus telepon dulu. Ketika control pertama kehamilan sudah masuk minggu ke-7. Detak jantung janin sudah kelihatan di layar USG. Oiya, waktu kami control Bev ikutan masuk ke ruang praktek dokter. Dia senang banget liatin layar monitor dokter. Sesampainya di rumah Bev bilang:” mama bobo di rumah om dokter, dedek bayi ada di tivi om dokter” hiiihihihihihi. Maksudnya mama boboan di tempat tidur periksa dan dia liat dedek bayi di layar monitor USG. Sekarang klo Bev ditanya dimana dedeknya, Bev bilang:” dedek bayi di dalam perut mama”. 

Dan, satu rencana besar akan kami jalani nanti setelah dedek bayi lahir. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya papadut member saya lampu hijau untuk resign dari kantor setelah dedek bayi lahir nanti. Saya akan bekerja dari rumah dan fokus mengerjakan site job yang saya tekuni selama ini, sembari mengurus anak. Semoga rencana ini berjalan dengan baik. Dan kami sudah sounding-sounding ke Bev tentang rencana ini dan dia tentunya senang banget.  Belum kebayang nanti setelah dedek bayi lahir, keputusannya gimana, tapi semoga yang terbaik. Saya ingin bekerja dari rumah sebagai internet marketer tanpa harus kehilangan momen mengurus anak-anak. Walaupun Bev dapat pengasuh yang baik dari lahir hingga saat ini, tapi sudah pasti banyak momen hilang yang tidak saya nikmati. Saya telah mempertimbangkan banyak hal akan rencana, semoga berjalan dengan baik, semoga direstui oleh banyak pihak. Selain suami, tentunya restu mertua dan orangtua juga boleh dipertimbangkan.  Dengan dukungan dan pengertian mereka, beban pastilah akan lebih ringan. Amin…