Feb 27, 2014

NASIHAT HEBAT ORANG TERKAYA DI DUNIA



Inilah Orang terkaya no 4 di dunia tahun 2013, Warren Buffet memberi nasehat:

"Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki, serta ingat :

1. Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.

2. Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.

3. Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.

4. Jangan memakai merk, pakailah yang benar˛ nyaman untukmu.

5. Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.

6. With money:
You can buy a house, but not a home.
You can buy a clock, but not time.
You can buy a bed, but not sleep.
You can buy a book, but not knowledge.
You can get a position, but not respect.
You can buy blood, but not life. So find your happiness inside you.

7. Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.

"Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur"

Semoga bisa menjadi orang yang berkelimpahan. Berlimpah iman, ilmu, amal, harta dan manfaat untuk sesama. Aamiin.

*Silahkan diaminkan, semoga Allah mengabulkan
*Silahkan dibagikan/share. Moga bermanfaat


Love,

 

Feb 19, 2014

Masa cuti telah usai, hari ini kembali ke kantor

Masa cuti melahirkn tiga bulan telah berakhir. Waktu berlalu begitu cepat saja. Tapi saya bersyukur karena bisa ambil cuti melahirkan sudah mepet dengan HPL. Thank you to HRD tentunya. Sehingga saya bisa puas menikmati babymoon bersama dedek Abby. 

Selain itu, thank you to God, karena dedek Abby ada yang jaga selama saya tinggal kerja. Sejak sebulan umur Abby saya mencari-cari orang yang bisa momong anak. Saya coba pesan ke saudara untuk dibawa dari jawa, tapi tidak ada. Tanya-tanya ke tukang sayur langganan siapa tau ada tetangganya yang nganggur dan mau mokong anak, itupun tidak ada. Katanya sudah pada kerja di pabrik. Saya juga searching dan telepon yayasan baby sitter sebagai pilihan terakhir. 

Tapi puji Tuhan, Tuhan menyediakan di saat yang tepat. Ada saudara dekat yang sedang menganggur yang mau masuk perguruan tinggi agustus nanti. Dan saya pun menawarkan untuk tinggal di rumah dulu sampai masuk kuliah nanti dan dia mau. Lega tentunya. 

Dua minggu sebelum saya kembali ke kantor, adek Abby kursus minum asip bersama tante Ida yang akan momong dia. Minum asip dengan media sendok dan cup feeder. Awlnya nangis kejer. Tapi setelah hari ketiga mulai terbiasa. Tapi begitu hari senin minum asip kembali ohooo ngamuk. Mungkin karena udah enak nempel saya trus sabtu minggu.
Tapi so far, kebutuhan minumnya tercukupi. 

Well, masa babymoon itu telah usai, tiba saatnya kembali berjuang menembus belantara Jekardah.Welcome back to the office. Dan saya janji jam enam atau setengah tujuh malam sudah tiba kembali di rumah. Semoga jalanan lancar dan bersahabat. Amin

Happy wednesday

Love,

 

Feb 3, 2014

Abigail 2 bulan

Abigail 1 bulan

My story: Home Birth, Water Birth, Lotus Birth

Hai temans, 

Ini adalah postingan yang sangat terlambat. Seharusnya saya posting segera pasca persalinan, tapi karena saya begitu menikmati babymoon, jadinya diposting sekarang deh. Tidak apa apa terlambat daripada tidak sama sekali. Sebagai persembahan buat kenang kenangan kelak putriku dewasa dia membaca kisah kelahirannya di dunia. Rencana saya untuk melahirkan di rumah dengan water birth terbersit sejak kehamilan saya memasuki usia 25 minggu. Sebagaimana yang pernah saya tulis di sini

Memasuki minggu ke-36 bidan Yuli, bidan yang akan mendampingi saya nantinya pas persalinan datang berkunjung ke rumah. Mau survei, mau mengukur jalan dan skalian mau kenalan sama dedek di perut. Setelah di cek, semua bagus maka kami akan bertemu lagi di hari H. Sisanya konsultasi by phone juga via facebook :) Saya tetap melakukan aktivitas sehari-hari, melakukan pekerjaan rumah tangga dan berangkat ke kantor. Saya mengajukan cuti seminggu sebelum HPL dan disetujui, yaiyyy.. jadi bisa lebih lama nanti bersama si dedek. 

Selasa, 26 November 2013 

Pagi subuh ketika saya hendak BAK, saya mendapati lendir darah di celana. Ahaaa... Ini adalah tanda awal persalinan, walau tidak berlaku untuk semua orang ya. Tapi bagi saya persalinan pertama waktu kakak Bebev dan kedua ini diawali dengan flek. Jadi hafal betul. Seharian saya tunggu kontraksi tapi belum muncul. Saya tetap melakukan pekerjaan rumah. Papa Bebev juga tetap berangkat kerja. Dan kebetulan saya hanya bertiga di rumah, saya, Bebev dan Reino sepupunya Bebev yang berusia 2,5 tahun.

Rabu, 27 November 2013 

Kontraksi baru ada sesekali dan jarang-jarang. Tapi hari ini papa Bebev sudah minta izin cuti. Pagi - pagi bebersih kamar mandi, gosek-gosek lantai dan nyiapin ember-ember. Tapi ditunggu sampai siang kontraksi saya belum intens. Untuk membuang rasa bosan, papa Bebev, saya dan kakak Bebev pergi naik motor mencari kelapa muda. Sesampainya di tempat penjual kelapa muda, kami masih nongkrong lesehan disitu. Tapi kontraksi saya makin berasa walau masih rata rata per 15 menit.Saya masih bisa santai sambil menikmati segarnya air kelapa muda. Sepulangnya, kami langsung siap-siap untuk ikut acara kebaktian tengah minggu di gereja. Sembari mendengarkan firman, saya mencoba mencatat jarak waktu kontraksi. Eh, semakin intents. Tapi masih sekitar 10-13 menit an.

Malam harinya saya tidak bisa tidur sedikitpun. Kontraksinya makin sering menyapa. Saya coba tiduran dan memejamkan mata, tapi begitu kontraksi datang, terjaga lagi. begitu terus. Dan kalau saya dalam posisi tiduran kala kontraksi datang, kok ya rasanya lebih sakit gitu. Karena melek terus, disela-sela kontraksi saya sambil baca-baca dokumen group 'Gentle Birth Untuk Semua" di facebook, juga baca dokumennya 'Bidan Kita'. Dan dari baca-baca di saat detik detik itu saya dapat ilmu baru dari Bidan kita. Iya, tentang bagaimana mengatasi rasa sakit saat kontraksi. Jadi ibarat mur dan baut, baut akan lebih mudah melalui lubang mur, jika baut diputar dalam posisi berdiri tegak, begitu juga dengan kontraksi. Kala kontraksi datang, tarik nafas dalam, kita dalam posisi berdiri atau duduk, kemudian sambil goyang berputar searah jarum jam. Dan hembuskan nafas perlahan sambil mengeluarkan suara berdesis atau seperti sedang latihan koor. aaaa..... uuuuu.... Saya belajar bernafas dan bersuara dari youtube ini  .
Dengan bantuan gravitasi bumi, kita membantu kepala bayi melalui panggul. Dan rasa sakitnya sangat-sangat terkontrol loh. 

Kamis, 28 November 2013
Pagi - pagi sekitar jam 5 an saya sms mbak Yuli (bidan yang akan mendamping saya). Isi sms nya cuma bilang, bahwa kontraksi saya sudah setiap 5 menit. oh, ternyata itu sudah dekat persalinan. Mbak Yuli balas dan langsung berangkat. Sembari menunggu mbak Yuli, saya masih memasak nasi, nyapu rumah. Tapi kontraksinya makin sedap. Setiap kontraksi datang, langsung tarik nafas, berdiri pegangan di kursi/dinding, lalu goyang dan buang nafas pelan sambil berdesis, begitu terus. Saya masih menikmati sarapan pagi dengan santai. Lalu suami nanya :" Gimana say, kira-kira udah pembukaan berapa? udah tujuh?" katanya. saya hanya menimpali dengan cengengesan sambil bilang:" ah, nggak mungkinlah bukaan tujuh". masih seger begini. hehehehehe

Jam 7 pagi mbak Yuli sampai di rumah. saya turun ke bawah dan membukakan pintu gerbang. Langsung ke TKP (Kamar saya akan jadi tempat bersalin) dan mbak Yuli langsung VT. eh, tau nggak, tau nggak.... udah bukaan 7 loh... tebakan suamiku jitu.. :)
Langsung mbak Yuli mengkomando untuk memasak air panas. Cukup buru-buru nih. takut lahir sebelum kolam siap. Langsung nyalain kompor gas 5 tungku, berarti udah dekat ya hehehehe... Kolam plastik sudah dipompa sebelumnya. tinggal dimasukin ke kamar mandi dan diisi air dingin. Saya juga masih sempat mandi pagi dengan santai walau sudah bukaan 7 loh. Acara mengisi kolam selesai dalam 1 jam. Sembari menikmati kontraksi yang sudah intens itu saya masih sempat-sempatnya bbm-an membalas orderan pelanggan OS ku ini loh (modus ini mah xixixixi).  

Tadinya mbak Yuli pengen kasi relaksasi pra persalinan, tapi kayaknya udah nggak keburu. Jadinya cuma dibantu usap-usap punggung saja saat kontraksi datang, eh sama didempul-dempul hangat deng. pake alat yang dibawa mbak Yuli. enak banget di dempul gitu pas kontraksi. sekitar tengah sepuluh pagi mbak Yuli VT lagi dan katanya bukaan udah penuh dan siap masuk kolam. Sebelum masuk kolam kita berdoa dulu, dan di saat berdoa kontraksi datang euy, gak konsen jadinya berdoanya. Tapi suami yang pimpin doa terus aja. 

Yuhuuuuuu, nyemplung... rasanya enak. Suhu airnya juga nggak sembarangan. Kata mba Yuli 38 dercel. Dan berasa panas sih menurut aku. hhihihihii.. Oiya, sampai pembukaan penuh dan saya masuk kolam ketuban masih utuh loh, belum pecah. Thanks to dedek udah jalanin request emaknya seperti yang saya tulis di sini.

Sambil menikmati kontraksi yang makin assoyy di kolam, saya bebas bergerak mengatur posisi enak dengan berbagai posisi, mulai dari posisi jongkok, posisi kodok, posisi duduk bersandar. Tiba-tiba saya merasakan saya seperti kentut dari Ms.V hohohoho ternyata ketuban yang pecah. Tapi nggak ngaruh tuh di air, airnya nggak berubah warna, berarti air ketuban saya bagus nggak ijo.

Kontraksinya makin sedapppp... saya lepas kontrol, nggak bisa lagi mengatur napas. Mbak Yuli mengarahin supaya senyum.... iya, S-EN-Y-U-M... kyaaakkkk lupa deh klo kata bu bidan Yessie, kudu buka mulut atas biar mulut bawah juga membuka :) karena sedapnya kontraksi saya peluk mbak Yuli erat-erat sambil mengaum. Saya udah gak tau lagi, eh... Tiba-tiba saja suami sudah ikutan masuk di kolam. Oh iya, kakak Bebev juga berdiri menyemangati saya di pinggir kolam. Tidak sedikitpun dia takut. oh, my girl!!

Setelah beberapa kali di komando mbak Yuli biar atur nafas, tarik dalam-dalam, lalu lepas keluarlah kepala si dedek. Sembari menunggu kontraksi datang lagi, kepala dedek berputar dan kontraksi datang lagi dengan hebat dan blassssshhhhh dedek lahir dan langsung menangis lantang tepat jam 10.35 wib Dedek lalu diangkat bu bidan Yuli dan ditaruh di dada saya. huaaaa... rasa sakitnya lewat, lupa... saya tertawa... Kakak Beverly menyaksikan penuh prosesi kelahiran adiknya. dia begitu berbinar-binar. 

 
Tali Pusarnya itu loh, foto diambil 2 jam setelah kelahiran


Lalu sambil memeluk dedek Abigail dibungkus handuk, saya keluar dari kolam dituntun bu bidan Yuli.  Bisa dibayangin kan, keluar kolam tali pusar masih utuh menggantung dengan plasenta yang masih di dalam perut. heheheheheh... Plasenta dilahirkan di luar kolam, tujuan dari yang saya baca agar bisa diketahui apakah terjadi pendarahan pasca persalinan atau nggak. Nah, begitu saya tiduran di sofa yang sudah disiapin di kamar, plasenta langsung keluar blasssshhh gak pake kontraksi. Setelah itu, saya dibersihin dan dikasi 'tanda cinta' dua cincin luar dan satu cincin dalam di Ms.V hehehehe. Tapi kata bu Bid ini mah luka lama bersemi kembali. bekas si kakak dulu.

Sambil istirahat dan observasi si dedek menikmati IMD nya selama dua jam. Oiya, tali pusar dedek juga tidak di potong. Masih menempel dengan plasentanya. Memang di awal saya berniat untuk Lotus Birth jika tidak ada kendala (Lotus Birth:Tidak memotong tali pusar, tapi membiarkannya sampai lepas sendiri).  Dan puji Tuhan, terlaksana. 

 
Begitulah cerita persalinan impian saya. Tuhan sudah memudahkan semuanya. Kerjasama yang baik dengan adik bayi pun berjalan dengan baik. Dengan menikmati prosesi kelahiran yang sakral itu dan menghadapinya dengan rileks maka semua berjalan dengan lancar. Unforgetable moment deh pokoknya. 

Demikian cerita persalinanku, bagaimana dengan ceritamu kawan? Link di comment ceritamu ya. :):)

Love,



 



Dec 25, 2013

Update pertama di bulan Desember

Selamat natal buat seluruh teman teman yang merayakannya. Semoga damai memenuhi bumi, khususnya hati kita.

Ini adalah postingan percibaan dari android. Selama cuti ini vakum ngeblog karena fasolitas inet di rumah tidak ada. Hanya memanfaatkan bb dan android saja. Beberapa waktu lalu saya mencoba mendawnload blogger via store play tapi gagal. Tapi setelahnya saya mencoba dan mencoba lagi. Dan bersyukurnya berhasil. Yihaaa.. jejogetan *

Oct 24, 2013

Bapakku Yang Kalem Namun Tegas




“Kenapa kamu coret-coret dinding itu?” kata bapakku dengan berang
 “Sekarang lap sampai bersih ya. pakai mukamu saja” lanjut bapak dengan nada emosi tingkat tinggi.


Masih jelas diingatanku waktu itu aku masih kelas 1 SD kami pindah dan menempati rumah baru. Rumah setengah beton dengan berdinding papan. Papan asli tanpa di cat. Aku yang masih baru mengenal huruf pada waktu itu membawa potongan-potongan kapur tulis dari sekolah. Dan karena semangat yang sedang membara untuk menulis, maka aku menulis huruf-huruf dan angka-angka di dinding papan rumah baru kami. Alhasil, di sore hari ketika bapak dan ibuku pulang dari ladang, bapakku berang melihat karyaku di dinding papan itu. Dan betul saja, aku disuruh menghapus tulisan kapur putih itu dengan mukaku. Karena takut aku terpaksa melakukannya. Setelah itu aku merajuk tentunya. Tapi bapakku tidak bergeming. 

Di lain waktu, ketika sedang panen durian di kebun kami yang di sebelah rumah, adikku memanjat pohon durian itu dan mengambil buah yang kira-kira sudah setengah matang. Tak dinyana, tak disangka adikku yang perempuan nomor dua yang berada di bawah pohon durian ketimpa durian yang dipetik adik lak-lakiku yang di atas pohon. Sudah pasti cap kulit durian menempel di kepalanya dan sedikit memar berdarah. Untung saja pohonnya tidak terlalu tinggi. 

Adik laki-lakiku pasti akan mendapat hukuman dari bapak atas keteledorannya. Tidak tanggung-tanggung, sepulang bapak dari ladang mendapat laporan bahwa adik kami yang kecil ditimpa buah durian, bapak langsung berang kepada adik laki-lakiku. Bapak lalu mencari sarang semut lengkap dengan semutnya. Sarang semut ini tidak sulit mendapatkannya di sekitar rumah kami waktu itu. Lalu adikku yang laki-laki ini dibawa ke kebun di belakang rumah, disuruh buka baju, disuruh jongkok dan tidak boleh melawan. Bapakku mulai menaruh sarang semut diatas kepalanya sambil menggoyang-goyangkan sarang semut. Otomatis semut-semut merah itu keluar dari sarangnya dan mengerumuni badan adikku. Aksi itu baru berhenti kalau sudah nangis dan minta ampun.  Kejam ya? ya, begitulah beberapa cara bapakku memberi pelajaran kepada kami.

Dari balik wajahnya yang kalem, tapi bapak luar biasa tegas. Bapak juga tidak pernah diperbolehkan keluar malam kendati malam minggu. Mulai dari kami kecil sampai remaja. Jika teman-teman sebaya kami malam minggu suka berkumpul-kumpul dengan teman seumuran bermain gaplek atau sekedar ngobrol-ngobrol di bawah cahaya bulan, kami harus masuk rumah begitu matahari terbenam. Jika masih di luar rumah, tidak segan-segan bapak mengunci pintu dari dalam dan beliau masuk kamar dan tidak keluar lagi. Ibuku kadang membukakan pintu kadang juga dilarang sama bapak. Yang ada kami masuk rumah melompat dari jendela, atau menginap di rumah adik bapak yang rumahnya tidak begitu jauh dari rumah kami.

Itu adalah sekelumit kenanganku waktu kecil. Tapi kendati begitu tegas bapak mendidik kami waktu kecil, kami bersyukur karena kami  anak – anaknya menjadi mandiri, bisa membawakan diri di perantauan dan tidak memalukan keluarga. Bahkan bapak boleh bangga di kampung karena anak-anaknya boleh dibilang sukses di perantauan :)

Bapak saat mengantarku ke pelaminan


Artikel ini disertakan dalam Semut Pelari Give Away Time, Kenangan paling berkesan dengan papa

Oct 18, 2013

Baby Diary: Dear Dedek "I"





Jakarta, 17 Oktober 2013
Time: 17.00 wib

Dear dedek Bayi di perut mama,


Minggu ini kehamilan mama memasuki minggu ke-34 artinya usia janin mama 32 minggu atau 8 bulan. Waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin mama mengecek dengan test pack dan mendapati dua garis strip merah yang artinya mama dan papa dipercaya Tuhan untuk mendapat titipan anak lagi. Reaksi girang papa kamu ketika pagi-pagi itu mama menunjukkan garis dua di test pack itu, papa langsung memeluk mama dan berbisik di telinga mama, rasanya seperti pengantin baru lagi, katanya. Iya, kami memang menginginkan kehadiranmu, itulah sebabnya rasanya hati begitu bersyukur atas hadirmu.


Tiga bulan pertama kehadiranmu kita lalui dengan sedikit kurang nyaman, karena pengaruh hormon mama di awal kehadiranmu di rahim mama yang sedikit berbeda dengan kakakmu Bebev, tapi kita bisa melaluinya dengan baik. dan kamu bertumbuh dengan baik di dalam rahim mama sesuai usiamu.


Memasuki semester kedua, kita begitu menikmati saat-saat kebersamaan kita. Engkau begitu setia menemani mama bangun pagi, berbelanja di mang sayur, memasak sarapan pagi untuk keluarga kita, dan menemani mama kerja. Di minggu ke - 19 mama baru bisa merasakan gerakanmu. Sama seperti kakakmu dulu mama baru bisa merasakan gerakannya di minggu ke-19 juga loh.


Jika tiba nanti waktumu lahir mama ingin memberikanmu ASI ekslusif seperti yang di dapatkan kakakmu juga. Dan mama ingin IMD begitu kamu lahir ke dunia.


Ketika kakakmu Bev juga lahir dulu mama sempat IMD tapi mama tidak puas, karena kakak hanya ditempelin sebentar di dada mama, mungkin sekitar lima menit lalu kakak dibawa bu bidan. Dan kakak sempat dicekoki susu formula oleh pihak rumah sakit. Ini karena mama kurang informasi dan waktu itu mama kurang paham kalau sebenarnya mama bisa minta bagian rumah sakit supaya kakak cukup minum ASI saja tanpa formula. Jadi itu pelajaran buat mama. Itulah sebabnya mama ingin memberikan yang lebih baik untukmu nanti.


Kerinduan mama untuk bisa IMD dan kekurangnyamanan mama jika ditangani dokter laki-laki membuat mama mencari informasi lagi dan lagi di internet, dan memang Tuhan mendengar doa mama, mama justru bertemu dengan website bidan kita, yang memberi mama lebih banyak informasi lagi, bukan hanya sekedar IMD tapi Gentle Birth. Iya nak, gentle birth. Gentle birth adalah persalinan yang memberdayakan diri, penuh persiapan. Dan melalui website ini mama diperkenalkan dengan water birth, home birth, lotus birth. Mama ingin sekali mencoba ketiganya.


Setelah mama membaca banyak artikel - artikel tentang ini, lalu mama mencoba mengutarakan niat ke papa, supaya nanti mama lahiran di rumah saja dengan water birth dan lotus birth. Mama juga banyak browsing-browsing di internet, nonton youtube, bahwa persalinan home birth, water birth itu sepertinya begitu nyaman, sakral dan indah. Iya, karena persalinan dilakukan di rumah sendiri, di tempat yang familiar dengan kita tanpa kehadiran orang asing, bebas bergerak, dengan ditemani alunan musik diantara kontraksi, lilin aromaterapi, lampu yang remang-remang, makanan yang melimpah, bahkan bisa melahirkan di ruang tamu, mau di dapur atau di bathtube. Hanya dibantu oleh bidan.


Setelah banyak berdiskusi, akhirnya papa mendukung keinginan mama untuk rencana ini. Papa merasa pede karena cerita nasabahnya juga loh. Katanya, ada nasabahnya yang lahiran anak kedua di rumah, cuma ditolongin suaminya. Dan puji Tuhan semua berjalan lancar. Nah dek, papa sudah kasi lampu hijau. Yuk kita sama sama kerjsama ya.


Nah, setelah mama dapat izin dari papa, mama mencoba mencari bidan yang bisa menjangkau tempat kita dan mama mencoba mengkontak beberapa bidan, tapi pilihan mama jatuh kepada tante bidan Yuli yang di Bekasi. Nanti di minggu ke-36 tante bidan akan datang survei ke rumah kita, sekalian berkenalan ketemu langsung dengan mama, papa dan dedek. Tante bidan mau melihat tempat, kondisi air apakah memungkinkan katanya. Semoga ya dek.


Nah dek, untuk bisa merealisasikan rencana ini, kita kerjasama ya dek. Mama akan makan, makanan sehat supaya BB mama nggak terlalu banyak naiknya begitu juga dedek. Mama sudah mengajukan cuti ke HRD di tempat mama bekerja dan mintanya mulai cuti di minggu ke-38. Belum diapprove sih, tapi semoga diapporve ya. Jadi untuk itu, mama kasi tugas adek ya. Ini dia dek, job description adek :)


1. silakan adek bermain-main di rahim mama, tendangan, sundulan, cekukan dedek menunjukkan bahwa dedek baik-baik saja di perut mama. Walau kadang sundulannya agak keras dan mama kaget loh hehehe. Sembari bermain-main letak kepala dedek harus tetap di bawah ya, siap-siap masuk panggul mama dan hindari kalung tali pusar ya. Dan muka dedek saat menjelang persalinan nanti menghadap punggung mama ya.


2. Jaga air ketuban tetap cukup ya, dan jaga ketuban tetap utuh sampai tiba waktu persalinan, kalau mau berselimut ketuban pas dedek keluar dari perut mama juga boleh. Tapi yang penting, ketubannya dijaga minimal sampai bukaan 9 ya dek :) pasti dedek bisa.


Itu saja kok tugasnya, mudah bukan?


Nah, sekarang mama mempersiapkan keperluan untuk menyambut kehadiranmu. Mama sudah beli bola gym untuk dipakai goyang Inul atau pelvic rock. Dan mama sudah mencobanya. Mungkin karena belum ada kontraksi2 an jadi belum merasakan sensasinya ya. Tapi enak loh dek goyang diatas gym ball.


Mama juga sudah memesan kolam plastik untuk water birth nanti. Tapi yang datar, yang ada gelembung udara bagian bawahnya stok kosong. Ya, tapi bisalah nanti diakali supaya bawahnya nyaman.


Mama juga sudah membeli underpad untuk merawat palsentamu nanti. Semoga rencana lotus birth bisa terwujud ya dek. Mama ingin tali pusarmu puput sendiri tanpa pengguntingan. Pastinya sakit kan kalau digunting begitu dan perih sampai sembuh dan puput. Nah, dengan lotus birth ini, tali pusarmu tidak dgunting jadi tetap menyatu dengan plasentamu, dan ditunggu sampai kering dan puput sendiri, katanya sekitar 4-5 hari. Memang menurut pengalaman orang-orang yang sudah duluan menjalankan lotus birth memang agak ribet tapi sebanding dengan hasilnya.


So dek, ini semua adalah rencana yang baik. Mari kita bekerjasama ya. mama hanya fasilitator saat persalinan nanti, tapi yang bekerja keras melalui panggul dan dedek berhasil keluar adalah usaha dedek sendiri. So, sukses buat kita ya dek. 


I love you so much.

Mom

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Oct 9, 2013

Bayi Pada Malam Kedua Setelah Kelahirannya

Bayi pada Malam Kedua setelah Kelahirannya
(Oleh Jan Barger, RN, MA, IBCLC)

Anda mungkin telah berhasil melewati 24 jam pertama sebagai ibu baru. Atau mungkin Anda sudah memiliki anak sebelumnya, tapi Anda tetap menjadi ibu yang ‘baru’ lagi… dan saat ini adalah malam kedua bagi bayi baru Anda.

Seketika, si kecil menyadari bahwa ia sudah tidak lagi berada pada rahim ibunya yang hangat dan nyaman – walaupun sempit – rahim adalah tempat dia menghabiskan 8½  atau 9 bulan – dan tidaklah SEMENGERIKAN dunia baru-nya ini! Dia tidak bisa lagi mendengarkan suara detak jantung Anda yang sangat familiar di kupingnya, bunyi berderu dari saluran plasenta, suara yang lembut dari paru-paru atau suara yang menenangkan dari saluran pencernaan Anda. Sebaliknya, dia sekarang ada di tempat tidur bayi, memakai popok, kaos, sarung tangan dan bedong. Semua orang ingin menggendong dan melihat dia, dan dia belum terbiasa dengan dunia barunya ini, suara-suara, sinar, dan bebauan yang semuanya serba baru. Dia juga telah menemukan sesuatu yang baru, yakni suara dia sendiri… dan setiap kali Anda melepaskan dia dari payudara Anda yang merupakan tempat paling nyaman untuk tertidur – dia akan langsung protes, dengan keras!

Lalu, setiap kali Anda menyusuinya, dia hanya menghisap sedikit lalu dia tertidur lagi. Dan ketika Anda meletakkannya di tempat tidur – dia menangis lagi… mencari Anda. Siklus ini sepertinya berlangsung berjam-jam dan terus menerus. Banyak ibu yang merasa hal ini terjadi karena ASI mereka tidak ‘keluar’ dan si bayi kelaparan. Padahal, bukan itu alasannya, melainkan tempat yang paling nyaman dan menenangkan buat dia saat ini adalah dipayudara. Karena payudara adalah tempat terdekat dari ‘rumah lama’ mereka. Hal ini sangat umum terjadi pada semua bayi di dunia ini – dan para ahli laktasi juga menyadari dan mengetahui ini.

Lalu apa yang sebaiknya Anda lakukan? Ketika si kecil telah selesai menyusui dan mulai hampir tertidur di payudara Anda, hentikan proses menyusui dengan perlahan mengeluarkan puting dari mulut bayi. Jangan gerak-gerakan bayi Anda kecuali untuk meletakkan kepalanya pada bantal. Sebaiknya untuk malam kedua ini, Anda tidak perlu berusaha mengeluarkan angin dengan menepuk-nepuk punggungnya – melainkan letakkan dia di tempat tidur dengan dibungkus bedong untuk menghangatkan dan dia pun tidak perlu digoyang-goyang. Pola tidur awal bayi biasanya adalah tidur ringan (ditandai dengan REM – rapid eye movement) dan lalu tidur terlelap sekitar ½ jam atau lebih. Kalau kemudian dia mulai tidak tenang dan sepertinya ingin kembali ke payudara Anda, tidak apa-apa… ini adalah caranya untuk menenangkan dirinya.

Salah satu tips yang berguna… tangan bayi adalah teman baik mereka di dalam rahim… biasanya dia bisa mengemut jempol atau jari-jarinya ketika dia terganggu atau merasa kurang nyaman. Lalu tiba-tiba dia dikeluarkan dari ‘dunia’ rahimnya dan diberi sarung tangan!!! Dia lupa cara menenangkan dirinya sendiri dengan dunia baru yang bersarung tangan. Bayi sangat senang dipegang – diusap-usap – bahkan sentuhan dengan payudara Anda akan meningkatkan kadar hormon oxytocin Anda yang bisa meningkatkan pasokan ASI!!! Jadi usahakan lepaskan sarung tangan, gurita dan longgarkanlah bedong supaya dia bisa merasakan tangannya. Dia mungkin akan melukai dirinya sendiri dengan kukunya, tapi tenang saja, dia akan cepat sembuh dari luka baret itu – lagi pula, dia juga sudah memiliki kuku-kuku yang panjang pada saat dia di rahim anda, dan tidak ada yang memasangkan sarung tangan ke tangan-tangan mungil mereka.

Ohya – hal ini bisa berulang terus menerus atau sekali-kali di rumah Anda, terutama bila berganti suasana seperti misalnya Anda pergi ke dokter, ke mal atau bahkan ke rumah kakek dan nenek! Anda jangan merasa bersalah – karena hal ini biasa dan bayi hanya membutuhkan pelukan hangat di payudara Anda, karena bagi bayi Anda saat ini, payudara Anda adalah ‘rumah baru’nya…

© 2003 / Jan Barger RN, MA, IBCLC / Konsultan Pendidikan Laktasi Boleh disebarluaskan untuk keperluan non-profit

[Copas dari Group Gentle Birth Untuk Semua]

Sep 25, 2013

Quote of the day


 

 Credit




"Like the lotus flower that is born out of mud, we must honor the darkest parts of ourselves and the most painful of our life’s experiences, because they are what allow us to birth our most beautiful self." - Debbie Ford

Sep 20, 2013

Perut Bebev Kena Setrikaan Panas




Ihiksssss…. Baca judulnya saja sudah miris ya. :(

Kemarin sore pulang kerja, ketika saya sudah di halte bus, di bbm in sama misua, ngajakin ke Mitra10 Cibubur, rencananya mau beli bahan-bahan buat finishing rumah dengan iming-iming pulang dari sananya naik taksi (klo naik motor tentunya saya menolak bukan apa-apa soalnya dengan perut buncit naik motor itu rasanya sesuatu), saya okein saja dengan catatan nanti di sana makan nasi goreng yang entah kenapa beberapa hari ini saya ngidam banget.  fiuhhh. 

Saya naik bis jurusan Cileungsi dan jalanan masih bersahabat belum macet, karena saya keluar kantor tenggo jam  empat. Sampai di Mitra10 jam enam dan langsung ketemua misua, keliling-keliling mitra10 mencari bahan yang diperlukan. Setelah ketemu yang dicari dan bayar-bayar, kita lanjut ke Giant satu gedung dengan mitra10. Keliling-keliling saja, karena nggak ada rencana untuk belanja disitu. 

Tadinya pengen makan nasi goreng dulu di salah satu food court di  sebelah Giant, tapi kata misua ngider di dalam Giant dulu saja baru makan, okelah kalau begitu. Setelah selesai ngider di Giant, misua bayar-bayar belanjaan, saya nongkrong di food court dimaksud sambil nungguin sambil liat-liat menu di meja. Waktu sudah setengah Sembilan malam,  rasanya pengen pulang saja makan nasi gorengnya di skip saja, selain itu saya lihat harganya kemahalan untuk ukuran sepiring nasi goreng dan rasanya gak bisa dijamin. Kadang mendingan beli di mas-mas dorong haiyahhhh ini namanya emak irit. Fiuhhhh… 

Setelah misua selesai bayar belanjaan Giant, saya juga keluar dari food court, dan bilang ke suami gak jadi makan.  Lalu kita turun, dan nyari taksi.

Di perjalanan pulang mama mertua saya telpon. Mama mertua yang jagain Bebev sehari-hari di rumah. Sebenarnya dari nyampe Mitra10 sudah ada niat mau telepon mama mertua bilangin kalau saya akan terlambat pulangnya. Karena pasti Bebev akan tanyain klo saya pulang lebih lama dari biasanya. etapi kok segannnnn. Haisssss  inilah penyakit saya. Mama mertua saya orangnya baik, tapi ya namanya dengan mama mertua tetap aja ada rasa segan ya boo... beda dengan ibu sendiri. Akhirnya mama mertua yang telepon, itu sudah jam 20:45wib. Telepon saya angkat dan disebrang sana yang berbicara Bebev.

Saya: Halo Ma (mama mertua maksudnya)

Bebev: mama dimana ? (suara bebev dari sebrang sana)

Saya: mama masih di jalan sayang, mama sama papa tadi ke cibubur. Beli semen de-el-el. Tungguin mama ya. Jangan bobo dulu.

Bebev: Iya ma. Cepat ya.

Saya: iya sayang, sebentar lagi sampai. Mama sudah di Golf. Mama bawa coklat

Bebev: Oke ma..
Sampai di rumah jam sembilan pas. Bebev tidur-tiduran di kamar oppungnya (mama mertua saya) sedangkan oppungnyalagi terima telepon.

Seperti biasa begitu kita pulang, Bebev pasti senang. Bongkar-bongkar bawaan dan selalu nanyain, mama bawa apa?

Dan karena tadi tidak jadi makan, perut mulai keroncongan. Makanan tidak ada, lalu saya menggoreng lumpia ikan dari belanjaan tadi. Bebev ikut menemani saya di dapur. Dia ceria. Seperti biasa ngoceh macam-macam. 

Lalu papanya turun dari lantai dua (kamar kami) ke dapur. Lalu menghampiri Bebev.

Papa: Hayo, cerita sama papa tadi ada apa? Sambil memeluk Bebev dari belakang

Bebev: nggak… nggakk… sambil kedua tangannya menyilang diperutnya. Trussss… mewek… lalu menangis kenceng.

Papa: coba papa liat ya.

Bebev: Nggak, nggak… sambil terus menangis…

Lalu mama mertua saya menceritakan kejadiannya. Biasanya Bebev mandi sore barengan oppung borunya (neneknya, mama mertua saya). Bebev duluan selesai. Lalu oppung borunya menyuruh Bebev naik ke lantai dua untuk pakai baju sendiri. Biasanya juga dia ambil baju sendiri dan pakai sendiri, tapi ditemani. Tapi ini dia ke atas sendirian. Dan entah bagaimana ceritanya, tidak ada yang melihat, tiba-tiba Bebev menangis dan memanggil-manggil saya,katanya. Oppung borunya belum selesai dari kamar mandi, hanya teriak dari bawah ke oppung dolinya (kakek Bebev, bapak mertua saya) untuk ngeliat kenapa Bebev menangis. 

Setelah dicek, ternyata Bebev menyalakan setrikaan. Dan entah bagaimana peristiwanya perut atas Bebev kena setrikaan panas. Huaaaaaa…. :(:(:(

Sampai lama saya kami tidak dibolehin lihat lukanya. Saya ajak dia ke kamar atas dan saya sudah rayu-rayu juga tetap tidak dibolehin. Waktu saya ajak gosok gigi dia pun  menolak, karena seperti biasa klo gosok gigi bajunya bakalan basah dan pasti akan diganti. Dia tidak mau, karena kalau bajunya basah, pasti akan dibuka dan lukanya kelihatan. Huhuhuhuhuhu…. Dia bilang mau gosok gigi sama papa saja. Okelah… lalu dia turun ke bawah temanin papanya yang lagi buat jus. Saya sendirian di kamar, dan saya mewek…. Hiksssss…. Bagaimanapun selalu ada rasa bersalah dihati, karena tidak bisa jagain Bebev 24 jam. Ya walaupun mungkin saya yang jaga 24 jam nggak luput dari kecelakaan kecil seperti ini. tapi tetep saja mirisssss. Sayup-sayup saya mendengat dari atas, Bebev ceria saja seperti biasa sambil cerita sama papanya di bawah. Saya belum tenang karena saya belum tau kondisi lukanya.

Setelah papanya selesai buatin jus, berdua dengan Bebev naik ke kamar. Lalu saya ingatin lagi untuk gosok gigi sama papanya. Dan dia mau. Tapi malah Bebev minta saya saja yang gosok giginya. Tapi dia mau jongkok saja, tetap berusaha menutupi lukanya. Setelah selesai gosok gigi, saya ajak biar pipis. Kesempatan sembari buka celananya saya angkat bajunya dan saya lihat lukanya sekilas. Tidak terlalu lebar, hanya sebesar ibu jari dan kulitnya arinya mengelupas. Entah bagaimana kejadiannya apa mungkin ketika dia kena setrikaan itu dia sedang tidak mengenakan baju makanya kulit arinya mengelupas begitu. Saya tidak bisa membayangkannya. Dan kata oppungnya sudah dipakein obat luka bakar. 

Penampakan Lukanya


Lalu ketika mau tidur, seperti biasa ritual malam berdoa bersama, pas giliran Bebev dia tidak mau mendoakan lukanya biar cepat sembuh. Dia malah kelihatan sedih mukanya. Huaaaaa…. 

Dan beberapa kali Bebev bilang:” nggak lagi kok” maksudnya nggak akan mengulangi lagi. 

Dan sama seperti malam biasanya, kami pergi tidur dan sesi berpelukan bergiliran dia lewatkan. Tapi sambil tiduran saya dan Bebev berpelukan sambil saya bisikkan “pillow talk” supaya Bebev nggak takut dan trauma. Dia tersenyum dan kami tidur. 

Bebev… maafin mama ya nggak bisa jagain kamu 24 jam. :(:( Tetap saja rasa bersalah datang menyergap.