Showing posts with label MPASI. Show all posts
Showing posts with label MPASI. Show all posts

Mar 17, 2011

update saja

hula,

menulisnya makin malas ya. sibuk sih. hehehhe alasan jadul :)
kali ini update tentang Bev aja ya. setelah minggu lalu saya cuti berleha-leha dengan Bev, lumayanlah bisa siapin makannya Bev sekalian nyuapin dia makan. Tapi sayangnya saya sedang lagi KO kena serangan si batuk pilek, lumayan gempor juga jagain Bev sendiria. Jadi yang namanya istirahat total gatot dah.

Begitu masuk kantor masih bawa sisa flu nya blom sembuh total. Dan Bev kembali sembelit. sedih euyyy... Mungkin saya juga kurang minum dan kurang makan serat jadinya ngaruh juga ke ASI nya Bev.

Akhirnya hari selesa kemarin Bev dikasi makan pepaya seharian biar bisa mengatasi sembelitnya. Walo Bev sebenarnya ceria-ceria aja sih.

Tentang MPASI Bev memang sejak dia sakit batpil dua minggu setelah masuk MPASI nya agak berantakan. karena Bev malas makan. Makananya di lepeh-lepeh kadang sesendokpun dia ga mau. kasian juga emaknya ya udah niat banget nyiapinnya. nyengir kuda*.

Menyiapkan MPASI emang gampang-gampang susah euy. kudu muter otak untuk nyusun menu. hehehhe... tapi saat ini selera makannya sudah normal. semoga lancar terus ya...

Feb 28, 2011

Membentuk Selera Makan si Bayi

Membiasakan konsumsi hanya makanan sehat.. ternyata dimulai di awal kehidupan.. itu jauh lebih baik.. dari pada setelah merasa kegemukan, kolesterol tinggi, kena asam urat ato diabet baru ribut..


Sumbernya dari sini

Very Nice Article!
Diambil dari tulisan Dr. Sears dalam buku The Baby Book.
Ditulis ulang oleh depezahrial

Bayi-bayi yang memasuki masa kanak-kanak dengan rasa manis, lemak, atau asin dalam rongga mulutnya cenderung akan melanjutkan hal ini di sepanjang masa kanak-kanaknya dan mungkin juga hingga dia dewasa.

Masa bayi adalah satu-satunya periode dalam kehidupan anak untuk dapat membatasi permen. Makanan ‘sampah’ biasanya diperkenalkan oleh teman-teman. Lewat pesta ulang tahun yang penuh dengan gula, coklat, chiki, minuman jus artificial, kukis pabrik yang supermanis. Sebenarnya itu adalah makanan yang biasa, namun buruk untuk masa depan si kecil.

Agak sulit ya? Tapi ada kisah dibalik teori itu. Beberapa tahun lalu Dr. Sears memiliki teori bahwa bila wilayah rasa di lidah bayi dan usus yang sedang berkembang selalu dihadapkan pada makanan sehat selama TIGA tahun pertama, maka anak akan menolak makanan sampah kelak.

Kayaknya nggak mungkin banget yah? Secara *ngaku aja, saya juga pernah* Anda pasti pernah ngasih bayi/batita Anda ‘nyicip’ French fries di resto fastfood ataupun Nugget pabrikan *yang Anda sendiri bingung.. dimana dagingnya nih?*. (untungnya anaknya belom sempet ketagihan).

Tapi Dr. Sears mengadakan ‘eksperimen’ terhadap teori ini pada semua anaknya. Untuk 3 tahun pertama , mereka tidak memasukkan garam, gula ataupun lemak jahat yang berlebihan dalam menu makanan bayi mereka. Satu diantara bayi mereka bahkan tidak mengkonsumsi junkfood.

Dan apa yang terjadi?
Suatu hari , ketika si anak berumur 3 tahun dan diajak ke pesta ulang tahun yang penuh dengan ‘rasa manis , krim, dan coklat’ tentu saja dia memakan kue-kuenya. Namun tidak menggila. Baru hampir setengah jalan makan kue, anaknya berkata “ Perutku nggak enak” dan berhenti makan.
Bahkan Dr. Sears mengungkapkan bahwa anak di umur 3 tahun bisa membuat hubungan yang disebabkan oleh makanan sebagai berikut:
“ Saya menyantap makanan baik-maka saya merasa baik, Bila saya menyantap makanan buruk-saya akan merasa kurang baik”

Bayi-bayi yang diberikan nutrisi yang baik jarang mengalami hal “mengikuti kehendak berlebih”. Dan inilah yang diharapkan jika si anak dewasa kelak. Tumbuh sehat dan tidak berlebihan. Jadi apa saja yang bisa dilakukan supaya bayi dan anak kita tidak “ berlebihan “ dalam selera?
1. hindari makanan dengan pemanis buatan, teralu banyak gula, dan sirup jagung.
2. hindari masakan yang mengandung minyak buatan / hydrogenated oil.
3. sajikan lebih banyak makanan segar daripada makanan dalam kaleng/kemasan.
4. sajikan lebih banyak serealia/padi-padian (beras, gandum,tepung gandum)
5. hindari makanan dengan perisa buatan, pewarna, dan bahan tambahan/additives.

Sekedar pendapat, apa yang ditulis oleh Dr.Sears sependek pengalaman saya membesarkan Azwa –putri saya- memang benar. Saya membandingkannya dengan beberapa keponakan saya yang sejak mulai belajar makan sudah diberi ‘citarasa buatan’ seperti garam dan gula bahkan penyedap buatan dalam jumlah ‘berlebih’. Anak tidak pernah mengenal citarasa alami dari suatu bahan makanan. Begitu punya gigi sedikit, dikenalin makan junkfood… rutin lagih. Belum karena nggak sempat masak, anak nggak dibiasakan sarapan pagi,atau sarapan seadanya dengan nugget pabrikan.

Alasan yang dikemukakan biasanya “ntar anaknya nggak belajar ngerti rasa”.
Tapi alasan itu bisa saya patahkan, karena buktinya si Azwa ya ‘ngerti’ mana makanan enak dan nggak enak.. hehehe.. Bedanya, anak saya nggak pernah berlebihan dalam menyantapnya. Dan alhamdulillaaaaaaah….. nggak jadi pemilih makanan.

Jadi, sejak semula selalu siapkan makanan sehat di rumah. Nggak perlu mewah atau mahal, yang penting SEHAT! Dan terjamin kualitasnya, karena kita sendiri yang membuatnya!

Nah, tentang penggunaan Garam, Gula dan Penyedap..Jangan pernah memberi garam (maupun bumbu penyedap lainnya: merica, kaldu bubuk, gula, dll)pada makanan bayi kita. Pemberian garam (yang mengandum sodium) terlalu dini kepada bayi bisa menyebabkan ginjal mereka rusak. Selain itu, pada saat mereka dewasa, mereka lebih mudah terkena hypertensi (tekanan darah tinggi).

INGAT: Bayi tidak mengenal definisi hambar karena mereka baru belajar mengenai rasa. Kalau kita membiasakan pemberian makanan non-hambar sejak dini, bayi pun akan gampang menolak makanan yang cenderung hambar saat dia dewasa. Perhatikan saja kita sendiri, makan apapun selalu diberi ekstra garam, atau ekstra sambal, atau ekstra gula, atau ekstra kecap dan bahkan ekstra vetsin!

Kalau tentang penggunaan Bumbu dan Rempah-rempah, mungkin anda sudah sering mendengar, “Jangan tambahkan gula atau garam pada makanan bayi”. Bagaimana dengan menambahkan bumbu-bumbu yang lain untuk membangkitkan selera makan bayi anda? Dalam topik ini kita akan membahas mengenai penambahan bumbu dapur pada makan bayi buatan anda.

Saat anda membuat makanan sendiri untuk bayi anda, anda melakukannya untuk berbagai alasan yang bersifat pribadi. Salah satu dari alasan yang biasa dikemukakan oleh para orang tua yang membuat makanan sendiri untuk bayi mereka adalah karena mereka dapat mengendalikan apa
yang dimakan oleh bayi mereka. “Kendali” ini dimaksudkan agar bayi anda memakan makanan yang sehat dan bergizi tanpa ada tambahan penyedap atau pengawet yang biasanya terdapat di dalam makanan instan. Zat tambahan ini biasanya dimasukkan ke dalam makanan pada berbagai
variasi “Makanan Tahap 2”, “Makanan penutup”, “Makanan Tahap 3” dan “Makanan untuk batita”. Bila anda membaca label yang ada pada makanan-makanan seperti ini, anda mungkin akan bertanya-tanya, “Bila di dalam makanan instan ini terdapat gula dan kayu manis, mengapa saya
tidak boleh menambahkan sedikit bumbu tersebut ke dalam makanan buatan saya?” Kami memang tidak menganjurkan penambahan gula atau garam di dalam makanan buatan anda, tapi kami menganjurkan untuk menambahkan bahan-bahan lain untuk menambah rasa pada makanan bayi buatan anda.

Sering kali bila kita memikirkan bumbu penyedap untuk makanan yang kita buat, yang terpikirkan adalah gula dan garam. Para orang tua jarang sekali berpikir untuk menambahkan bumbu dan rempah seperti :
· Kunci
· Lengkuas
· Salam
· Daun Jeruk
· Kunyit
· Ketumbar
· Vanila
· Lada
· Bawang putih
· Bawang merah
· Bawang bombay
· Jahe
· Kayu manis
· Pala
· Adas
· Bumbu asing: Rosemary, oregano, Mint
· Dll
Bumbu rempah seperti tersebut di atas ini bisa ditambahkan pada makanan bayi anda!

Perkenalkanlah bumbu rempah pada bayi anda sehingga pengenalan makanan keluarga seperti yang biasa anda masak tidak perlu harus ditunda sampai bayi anda berusia batita.

Sebagian besar dokter spesialis anak akan merekomendasikan penundaan sampai bayi berusia 8 bulan atau lebih sebelum diperkenalkan pada bumbu rempah. Rekomendasi ini lebih bertujuan untuk menghindari terjadinya gangguan pada pencernaan dibandingkan untuk menghindari reaksi
alergi. Seperti bila anda memperkenalkan makanan baru yang lain, para orang tua diharapkan dapat menerapkan aturan “tunggu selama 4 hari” saat memperkenalkan bumbu rempah. Perlu diingat, bumbu-bumbu yang menyengat seperti lada, cabe bubuk dan cabe sebaiknya dihindari dulu sampai anak berusia di atas 1 tahun.

Sumber:
Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm
Phytochemical Database
Natural Health @ Suite 101
Herb Info at wholefoods
Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm

Milis MPASI Rumahan
mpasirumahan@yahoogroups.com

Feb 18, 2011

Bev Sembelit

Sejak MPASI, pup adalah hal yang dinantikan dan selalu ditanyakan ama emaknya Bev. Maklum, selama ASIX gak pup beberapa hari no problemo. Waktu terpanjang Bev gak pup waktu ASIX adalah 7 hari. as far as anaknya ceria dan tetap aktif tidak masalah. Berarti ASI nya dicerna dengan baik jadi butuh beberapa hari ngumpulin ampas untuk dibuang. Bayi ASIX toleransi tidak pup 14 hari. :)

Hari ke-enam dan ke-tujuh Bev dikasi menu bubur kacang ijo, asli bikin Bev konstipasi (Sembelit). Dua hari tidak pup. Bev kelihatan berusaha, tapi tidak berhasil. selama dua hari Bev terus berusaha mengedan sampai wajahnya memerah dan nangis. Hikkksss kasian anakku. Tapi itu proses Bev, Emaknya tetap menyemangati. Akhirnya berhasil pupnya keras dan sedikit pula sampai berdarah. Dia keliatan lemes ampe merem. Sabar ya Bev, Bev pinter kok.

Setelah itu emaknya Bev menyiasati ganti menu. Esok harinya Menu Bubur Ubi Jalar Kuning. Lumayan setelah itu pupnya lancar. Kemarin dicoba lagi kacang ijo buat menu sore, dan sampai tadi pagi blom pup. huhuhuhuuuuuu semoga gak sembelit lagi deh.

hehehehhe... dasar emak-emak baru ya, pup aja di bahas. Maaf ya teman, tapi itu pengalaman baru.

Feb 11, 2011

Tips ajaib: Cara masak bubur beras

Bersyukurlah yawwww yang jadi emak-emak punya anak bayi yang emaknya pengen ngasi makanan anak dengan olahan tangan sendiri, homemade bahasa kerennya.

Beruntung juga ada internet ini lebih mudah mencari info tentang masak-masak bowww... Ada teman di milis mpasirumahan nanya cara masak bubur biar cepat matang. aku bantu sharing pengalaman aku masak bubur deh...

tadddaaaaa.. ini dia :)

ASK:Moms, share dunk cara bikin bubur beras yang cepet... Saya tadi masak hampir dua jam nih lum matang2... :((

Soalnya menu buat baby aja,jd ga masak pake rice cooker, sy ga punya slow cooker,jd hanya masak pake panci diatas kompor... Gimana moms ada trik khusus kah??

Mohon dibantu ya...

Makasih
Dewi

ANSWER:
dear mbak Dewi,

salam kenal, anak saya juga baru mulai MPASI. dan saya tidak pakai SC. demi irittt. heheheheh...

klo saya masak bubur beras pake rice cooker.
ada 2 cara:

1. masak bubur bareng masak nasi keluarga.
alat tambahan yang diperlukan: cangkir yang terbuat dari keramik & sendok makan.

caranya:
Anggap saja anda memasak nasi untuk keluarga di pagi hari, dengan menggunakan rice cooker kan. Nah airnya ditambah 100 ml dari normal kita masak biasa. Begitu mendidih cabut dulu listriknya. lalu buka rice cookernya, ambil nasi setengah matang dari rice cooker tadi sebanyak 4 sendok makan, dan masukkan ke cangkir keramik. tambahkan air dari rice cooker itu juga sebanyak  10 sendok. setelah itu masukkan cangkir ke dalam rice cooker, tekan cangkirnya supaya rice cooker bisa ditutup kembali. colokin lagi listriknya. biarin sampe mateng alias lampu rice cookernya udah pindah. nah, nasi keluarga matang, bubur siap di saring. simpel. tapi perlu kehati-hatian ekstra, nanti kena panas :)

2. Masak beras cukup untuk bubur saja di rice cooker.
ambil segenggam beras, cuci masukkan ke rice cooker, tambahkan air 300 ml, tinggal colokin. biarkan 1 jam. bubur siap di saring.


klo masak pake panci:
ambil segenggam beras, cuci masukkan ke panci, tambahkan air 300 ml. tutup panci biar ketika mendidih vitaminnya tidak terbang. :)
apinya jangan terlalu besar, sering diaduk, klo air nya kurang boleh ditambahin.

sejauh ini,  itu yang saya lakukan sih. cmiiw :)

selamat berkreasi mom..

rgds,
Rika (mom Beverly)

Feb 8, 2011

Bev Lulus ASI Ekslusif

Minggu, 06 Februari 2011

Hari ini gadis kecilku genap berusia 6 bulan (BB: 7,2 kg, TB: 67 cm) Artinya hari ini kami merayakan ulang bulannya. Nggak ada yang istimewa, nggak ada tiup lilin, nggak ada cake namanya juga ulbul alias ulang bulan. Tapi yang teristimewa buat saya adalah saya sudah memberikan hak Bev akan ASI ekslusifnya (ASIX).

Saya bersyukur kepada Tuhan karena saya diberikan kesempatan boleh menyusui Bev sampai lulus ASIX nya. Karena menyusui adalah suatu berkah bagi seorang wanita. Ada banyak wanita di luar sana yang ingin sekali menyusui anaknya, namun karena kendala satu dua hal, saya tidak menyalahkan mereka.



Puji Tuhan, sampai saat ini ASIP di freezer masih ada sekitar 40 botol sebagai penyemangat buat saya. Walau sehari turun satu artinya saya tekor 1 botol, seharusnya hasil perahan harus sama dengan yang dikonsumsi. Mudah-mudahn stock tetap terjaga hingga Bev lulus ASI satu tahun. Target saya tidak muluk-muluk, saya bercita - cita bisa memberikan Bev ASI sampai dia berumur satu tahun. Jika Tuhan berkehendak hingga dua tahun Puji Tuhan, dan saya tidak keburu hamil lagi. By the way, bisa sih menyusui walau hamil. Tapi belum kepikiran sampai ke sana :)

Dengan lulusnya gadis kecilku ASIX juga merupakan awal MPASI nya. Hari minggu kemarin adalah pertama kali bagi Bev mengenal makanan selain ASI. Makanan pertama Bev adalah bubur beras putih dicampur ASI. Waktu disuapin dia senang, ketawa-ketawa, buburnya ditelan beberapa sendok, lalu mulai aksi lepeh. Mungkin rasanya aneh kali ya. Tapi saya tidak memaksanya untuk harus makan banyak. Namanya juga baru perkenalan.


Hai om, tante apa kabar? Bev said


Setelah makan pertamanya, Pup hari itu juga 2 kali. MPASI hari kedua dan ketiga juga masih bubur beras putih campur ASI. No gulgar dan saya ikutin aturan Four days role. Sebenarnya kalau masih bubur beras putih atau merah mungkin tidak menyebabkan alergi. tapi selain untuk mengetahui alergi atau tidak, saya juga menjaga supaya ususnya tidak kaget langsung diransum berbagai macam makanan, Yang ada malah bisa menyebabkan Bev sakit pencernaan.

Tapi so far, hari ini hari ketiga MPASI nya lancar. Tidak ada alergi dan pupnya lancar, sehari 1-2 kali pup. Mudah-mudahan MPASI ke depannya lancar jaya. Amin..

Pada usianya ke enam bulan ini Bev sudah bisa merangkak, makin banyak ngocehnya. Suaranya main kenceng aja. Sudah mengerti klo namanya Bev. Klo dipanggil Bev dia pasti mencari arah datangnya suara. Setiap kali mau mandi pagi, dia masih bobo, saya panggil namanya untuk diajak mandi pasti dia langsung bangun. Dan Bev sudah tumbuh gigi. Gigi depannya dua biji sudah numbuh, yang paling jelas sih baru satu ya. satunya lagi baru keliatan merah di gusinya. Bev juga mengerti kalau diajak ngobrol. Puji Tuhan mungkin karena saya selalu ajak ngobrol dia ketika mau tidur atau bangun tidur dan ketika sambil nen sebelum saya berangkat kerja, Puji Tuhan sampai saat ini dia belum pernah menangisi saya ketika mau berangkat kerja. Katanya pillow talk itu bagus untuk anak. Dia mengerti apa yang kita sampaikan kendati usianya masih bayi.

Semoga Bev bertumbuh sehat dan pintar ya nak.

Big HUG

Mommy