May 23, 2012

Bedah Financial

Judul tulisan saya kali ini berbau bedah membedah. Ya namanya juga bedah, ya sudah pasti bongkar- bongkar, buka bukaan hehehe.

Sebenarnya saya tertarik dengan bedah finansial ini karena saya follow blognya mama Nay tentang financial juga sih. Saya hanya baca sekilas saja dan tidak begitu tertarik.

Lalu ketika saya browsing- browsing investasi saya terdampar ke reksadana di forum mommiesdaily. Ndilala saya teringat kembali tulisan-tulisan mommy Nay dan tulisan mbak Ligwina Hananto di QM Financial.

Jadi menurut mbak Wina, tujuan harus jelas dan spesifik, supaya kita bisa alokasikan dananya. Misalnya dana pendidikan. Seringnya kita berpikir, ah gampanglah, atau nanti ajalah, atau ntar aja klo ada rejeki, atau ah anak kan bawa rejeki masing-masing.

Nah, di QM Financial ada short cut untuk menhitung kira-kira berapa uang pangkal yang diperlukan pada saat masuk SD, SMP, SMA, kuliah. Atau dana pensiun, atau dana travelling mungkin.

Setelah saya coba- coba dan lihat hasilnya owwwww jadi mikir mau nambah anak. Hehehehe :)

Tapi intinya, tujuannya bukan" uang". Karena uang adalah" alat" untuk mencapai tujuan. Jika tujuannya sudah jelas, maka kita dapat mengalokasikan uang yang ada untuk mencapai tujuan itu.

Alokasi uang ini sebutlah investasi. Investasi dapat berupa tabungan, deposito, emas logam mulia, reksadana, saham, ORI. Penempatan investasi inipun harus kembali berdasarkan tujuan tadi. Sehingga nantinya akan mencapai atau mendekati tujuan maksimal.

Dikatakan juga bahwa keuangan yang sehat adalah cicilan kredit tidak lebih dari 30% dari total penghasilan. Tabungan yang wajar adalah 30% dari penghasilan, dan 40 % sisanya adalah untuk biaya hidup sehari- hari, sedekah, dan lain-lain.

Dari persentase di atas saya melongok ke catatan keuangan keluarga kami. Berdasarkan hitung-hitung di QM financial menunjukkan bahwa kondisi keuangan kami cukup baik. Karena tidak / belum ada kredit cicilan, jadi tabungan bisa dimaksimalkan hampir 60%.

Dan tabungan ini sekarang masih dalam tabungan biasa dan deposito. Seperti istilah mengatakan:" don't put all egg in one basket" jadi terpikir untuk menyimpannya dalam tempat yang berbeda. Misalnya dalam wujud emas LM atau reksadana, atau saham misalnya (ah, serasa duitnya banyak aja).

Tapi soon or late, harus dilaksanakan sembari mempelajari dulu.

Go Financial Freedom.

3 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

jadi mau nambah anak berapa nih? hehhee

Elsa said...

emas aja Jeng...
nanti kalo udah, kasih tau aku juga yaa

aku pingin menyimpan dana dalam bentuk emas, tapi bingung gimana mulainya, hehehe

Baby Dija said...

nabung buat Adik Bev ya Tante?