Jan 29, 2013

Prompt #2: Kado Ulang Tahun Mami


Titt..titt..tiitt…titt… bunyi BB Sri membuyarkan konsentrasinya dari angka-angka rumit di komputer di depannya. Dengan malas digapainya si mungil BB tanpa mengalihkan perhatiannya dari komputer. Ini adalah akhir bulan, Sri harus menyelesaikan menginput time sheet upah karyawan. Dibukanya BBnya, ternyata bukan bbm, bukan ym, atau sms. Tapi alert di BB nya mengingatkannya bahwa hari ini adalah hari ulang tahun mami mertuanya.
“Opsss…” untung aja aku tandai disini, klo nggak bisa berabe”, Sri bergumam
Sri teringat sebuah tas cantik ketika dia jalan-jalan dengan Bram minggu lalu. Sri berniat menghadiahkan tas itu untuk kado ulang tahun mami mertuanya. Segera di teleponnya Bram.
“Ada apa sayang” suara merdu Bram di sebrang sana selalu membuat Sri kangen
“Bram, nanti jemput aku di Grand Indonesia aja ya. Aku mampir ke sana dulu, mau beli kado buat mami”. Dari sana kita langsung mampir ke rumah mami”. Celoteh Sri
“Tumben, emang ada apa sayang, kasi kado segala?” kata Bram
“Masa kamu lupa, hari ini mami ulang tahun” kata Sri
“Oh iya, aku hampir lupa. Untung kamu ingat. Thanks ya honey. See you there. I love you”. Kata Bram menutup telpon. Perhatian dan kata-kata Bram yang selalu romantis membuat Sri bahagia dan bersemangat.
“Selesai” kata Sri riang.
“Ra, aku mau ke Grand Indonesia. Mau ikut?” kata Sri kepada Ria sahabatnya.
“Nggak Sri. Makasi. Aku dijemput Dito” Sahut Ria
“Ciyeee yang dijemput, senangnya” tangkis Sri. Dia tahu betul Ria sahabatnya ini baru resmi pacaran dengan Dito anak pak Harun komisaris di perusahaan tempat mereka bekerja ini.
Iya deh, aku jalan dulu ya” kata Sri sambil melangkah meninggalkan meja kerjanya.
“Oke Sri. Hati-hati ya” kata Ria

***
Gambar pinjam dari sini

Sri menimang-nimang tas branded itu. Bentuknya cantik sekali. Terbuat dari kulit sintetis yang diemboss berwarna putih dengan aksen kulit sintetis bertekstur kulit ular. Berkali-kali dia menimang lalu menaruhnya kembali, lalu kembali mengambil dan menimangnya lagi. Pikirannya kacau. Delapan digit harga bandrol tas itu membuat Sri mengernyitkan dahi berkali - kali. Tapi Sri tak mengurungkan niatnya. "Biarlah saya nggak usah shopping tiga bulan ke depan, yang penting bisa kadoin tas ini untuk mami" batinnya.
“Pasti mami suka dengan tas ini “ gumam Sri. Diambilnya tas itu, lalu dibawanya ke pramuniaga toko.
“Dibungkus yang rapi ya mba. Pakai kertas kadonya yang merah” kata Sri kepada pramuniaga cantik itu.
“Iya bu” kata pramuniaga itu sambil tangannya merapikan kantong pembungkus tas branded itu.
 “Ini, bu. Sudah Selesai” kata sang pramuniaga sambil menyodorkan bungkusan berwarna merah kepada Sri.
“Totalnya Sepuluh Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu bu” lanjut pramuniaga
Sri menyodorkan credit cardnya untuk membayar tas itu. Bram mengirim bbm bahwa dia sudah menunggu di lobbi mall.

*****
Ting tong….. Sri memencet bel rumah mami. Tidak berapa lama mami keluar membukakan pintu.
 “Selamat ulang tahun ya, Mi” Kata Sri bergantian dengan Bram mencium mami.
Sri menyerahkan kadonya kepada mami. Lalu Sri duduk di kursi tamu rumah mami yang mewah.
“Semoga mami suka” kata  Sri sambil melirik wajah mami. Kendati usia mami sudah tujuh puluh tahun, tapi masih cantik dan awet muda.
“Kenapa repot-repot kasi kado segala Sri” kata mami sambil membuka bungkus kado pemberian Sri.
“ Cuma sekali setahun kok Mi” kata Sri menimpali
“Cantik sekali ini, tapi mami sudah punya tas persis seperti ini Sri. Dikasi teman mami yang baru pulang dari Paris minggu lalu” kata mami.
“Tapi terimakasih ya, sudah kasi kado untuk mami. Kalau kamu tidak keberatan tas ini kasi saja ke mbok Iyem atau siapa gitu ke teman kamu. Mubazir kalau mami punya dua tas yang sama” lanjut mami.
Sri terdiam. 
Diinjaknya jempol kaki Bram di bawah meja. Bram kaget dan teriak “Aduhh…”
“Kenapa Bram?” kata mami kuatir
“Nggak apa-apa Mi” sahut Bram sambil melirik Sri.
“Mi, kita pamit pulang dulu ya. Sudah malam, kasian Zane pasti sudah nungguin di rumah” kata Bram
“Oke, hati-hati ya” jawab mami sambil mencium pipi anak dan mantunya itu.

Bram dan Sri berjalan beriringan meninggalkan rumah mami dan masuk ke mobil.
“Ahhhh… mami kok gitu sih Bram.Aku kan udah bela-belain beli tas itu buat kado ulang tahun mami. Tapi mami kok tega sih mau kasiin tas nya sama mbok Iyem” kata Sri sewot. Mukanya di tekuk.Bram hanya nyengir kuda, diraihnya pundak Sri. Disandarkannya di dadanya. Dibelainya rambut pekat Sri.

 “Udah, nggak usah dipikirin. Nanti uang kamu kuganti. Yang penting niat kamu untuk membuat mami senang itu lebih penting” bisik Bram di telinga Sri. Sri memejamkan matanya. Kata - kata Bram berhasil menenangkannya.

Jan 23, 2013

Prompt Challenge #1 : G-String Merah

 



Dion tidak bersemangat kerja hari ini, ternyata pertengkarannya dengan Cintia cewek yang dipacarinya sejak kuliah membuatnya kacau balau. Karena mumet ia memutuskan pulang cepat untuk mencari angin segar. Dion teringat sahabatnya Roy. Segera di telponnya Roy. 

Dion: "Heiii bro, gw lagi bĂȘte nih. Gw mau main ntar malam ke kost lo. Lo ada kan?"
Roy: "sippp boss. Datang aja, gw pulang cepat hari ini. Project gw sudah selesai".

Dion menutup telepon dan bersiap-siap pulang. Dengan motor bututnya Dion meluncur ke kost an Roy.

Setibanya di depan pintu kost Roy, Dion mengeluarkan tablet kesayangannya dan mengirim message  kepada Roy sahabatnya.

"Gw udah sampai bro". tulis Dion
Tidak sampai satu detik, reply Roy masuk 

Oh ok. Elu langsung masuk kamar aja dulu ya. Gw masih mandi nih
Mehhh… Dion nyengir. Jaman sekarang. Mandi, hape juga dibawa. Watsapan sambil mandi. Dion terkekeh sendiri. Dia menuju kamar nomor dua di deretan kanan. Dibukanya pintu yang memang tak pernah terkunci, lalu masuk.
Kamar itu tak terlalu luas. Dipenuhi dengan barang-barang praktis. Dion menggelesot di lantai bersandarkan tempat tidur. Tapi tiba-tiba matanya tertarik pada sesuatu yang berwarna merah yang sedikit menyembul keluar dari bawah bantal. Penasaran, karena hampir tak ada baju setahu Dion yang berwarna merah di kamar ini, ditariknya benda berwarna merah itu.
Dion terkesiap. G-String? G-String warna merah?



Lima menit kemudian, Roy keluar dari kamar mandi tanpa baju hanya pinggangnya dililit handuk pink bergambar Barbie. 

Sorry bro, tadi gw kehujanan di jalan jadi sampai kost langsung mandi. Kata Roy sambil ngeloyor  menuju lemari. Dion masih terdiam asik dengan lamunannya tentang G-string merah di tangannya. 

"Woiiiii… jauh amat lo datang ke kost gw hanya buat ngelamun", kata Roy membuyarkan Dion

"Ngg… ngggg…. Ini , ini, ini.... ?" kata Dion terbata-bata sambil menyodorkan benda merah di tangannya. 

"Ohhhh... Itu punya Cintia, A……"  belum sempat Roy meneruskan kata-katanya secepat kilat Dion bangkit dan menampar Roy.

Plakkkkkk…. "Gila lo bro, tega lo men". 

Emosi Dion membuncah sampai ke ubun-ubun. Dia mengira Roy telah merebut  Cintia kekasihnya dan…. ahhhh. Dion tidak sanggup membayangkannya.

Dibantingnya pintu dan pergi begitu saja meninggalkan Roy yang kebingungan.

Word: 349/500

Note: G-String merah itu milik Cintia anak ibu kostnya Roy yang baru pulang dari Belanda, bukan milik Cintia pacarnya Roy. Karena  ngiler melihatnya Roy mencurinya dari jemuran bu kost. 

sssssttttt. handuk Roy Pink gambar Barbie . gak kuku.....hihiihihihihi

Tulisan ini dibuat untuk meramaikan Prompt Challange nya RedCarra

You Are Loved (Don't Give Up)

Quick update in the morning. :) Ayo siapa yang tau ini judul apa? yesss, judul lagu. Lagu ini dinyanyikan oleh Josh Groban. seperti biasa begitu nyampe kantor saya pasti langsung nyetel lagi di winamp. Klo kantor yang dulu-dulu, saya ngedengerin musik nggak pake headset, karena ruangan saya terpisah sendiri. tapi setelah pindah ke kantor yang baru ini, saya duduk di salah satu sudut open area room, jadinya ngedengerin musik pake headset, kurang suka sih sebenarnya pake headset, karena bikin telinga panas dan jadi budeg. tapi biar mmod saya terjaga sepanjang hari, sokkkk lah pake headset. tsaaaahhhhh :)

Ini dia lirik lagunya.

"You Are Loved (Don't Give Up)"
Don't give up
It's just the weight of the world
When your heart's heavy
I...I will lift it for you

Don't give up

Because you want to be heard
If silence keeps you
I...I will break it for you

Everybody wants to be understood

Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don't give up
Because you are loved

Don't give up

It's just the hurt that you hide
When you're lost inside
I...I will be there to find you

Don't give up

Because you want to burn bright
If darkness blinds you
I...I will shine to guide you

Everybody wants to be understood

Well I can hear you
Everybody wants to be loved
Don't give up
Because you are loved

You are loved

Don't give up
It's just the weight of the world
Don't give up
Every one needs to be heard
You are loved 
Terjemahan bebasnya:
Jangan menyerah
Karena engkau ingin didengar
Semua orang ingin dipahami
 Semua orang ingin dicintai
Jangan menyerah 
karena engkau dicintai

Jangan menyerah
Kendati ada luka kau sembunyikan
Kendati kegelapan menyelimuti
Aku akan menerangimu

Semua orang ingin dimengerti
Tenanglah aku mendengarmu
Semua orang ingin dicintai
Jangan menyerah
Karena engkau dicintai

Engkau dicintai
Jangan menyerah
Itu hanya persoalan berat di dunia
Jangan menyerah
Setiap orang ingin didengar
Dan Engkau dicintai

Benar ya, ada kalanya ketika kehidupan kita ibarat roda di bawah, rasanya ingin menyerah. beban terasa berat, berat untuk dipikul, tapi janganlah menyerah. Masih banyak yang mencintai kita, mendukung kita, mendoakan kita. orangtua kita, pasangan kita, anak-anak kita pasti ada untuk menghibur kita. teman-teman kita yang jauh maupun yang dekat mendukung kita. juga sahabat maya yang sama sekali belum pernah bertatap muka. tapi persahabatan bisa terjalin hangat. peduli dan empati disalurkan dengan tulus. 

Tulisan ini kudedikasikan kepada saudara-saudaraku yang tengah mengalami korban banjir. Jangan menyerah. Karena engkau dicintai. 

Love,
Rika

Jan 21, 2013

when life gives you snow, make fruit cocktail a.k.a. es campur :)

Jujur, ketika pacaran maupun setelah menikah, pasti nggak mulus terus kan. Ingat gak selagi pacaran juga ada berantemnya, ada marahannya, ada kesalnya, ada senangnya, ada gregetnya, right!! Gak terkecuali begitu juga setelah menikah. Nggak, nggak mulus terus. Nggak manis terus, kadang nemu juga pahitnya. Nggak mesra terus, kadang ada juga tuh garingnya. Iya kan, iya kan.

Telur saja nggak punya mata, nggak punya rasa klo ditaruh di satu keranjang bergesekan, apalagi dua insan berbeda jenis kelamin, berbeda rahim yang mengandung, berbeda emak yang mengasuhnya, dan banyak lagi perbedaan lainnya, mungkin persamaannya adalah sama sama makan nasi klo masih berdomisili di negara Indonesia ya. Mungkin juga nasi bukan persamaan jika antar negara. Hayoooo.

Well, intinya setelah menikah, di dalam rumah tangga adalah saling pengertian, menghormati hak pasangan, bernegosiasi win win solution. Karena jika salah satu menyimpang, maka pasti ada yang disakiti. Ketika kenyataan tidak sesuai yanhg diharapkan, ketika hati dikecewakan, berat rasanya untuk berdamai. Marah, kesal, dongkol campur aduk menjadi satu. Tapi itulah kehidupan. Kehidupan tidak selalu menawarkan madu yang manis, namun terkadang yang datang sebongkah salju membekukan hatimu, tapi jadikan saja salju itu jadi es campur, akan lebih enak rasanya. Ditambah gula, ditambah santan. Kala salju akan pindah ke gelasmu, reguk saja, rasanya akan lebih nikmat. Begitu pun dalam kehidupan rumah tangga, biarkan salju itu disitu, fokuslah pada gula dan santannya. Pada anakmu, pada kenangan indah di perjalanan yang telah dilalui. But, Huaaaaaaahhhhhh... Hiksss. It is hard to do but must to do.

Hai salju, I'll try to menelanmu, but you make my throat super duper sakit hingga menusuk jantungku.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Life is too short to be


There comes a time in life, when you walk away from all the drama and people who create it. Surround yourself with people who make you laugh, forget the bad, and focus on the good. Love the people who treat you right. Pray for the one who don't. Life is too short to be anything but happy. Falling down is part of life, getting back up is living.

Jan 18, 2013

Need ART banget

Saat ini di rumah kami memang ada ART. Tapi yang pulang pergi (tidak menginap). Kerjanya beres-beres rumah, cuci setrika, ngepel. Rumah kami kecil dan penghuninya hanya berempat.
Selama ini yang momong anak kami Bev adalah adik saya. Dan kabar baiknya adik saya mau nikah awal bulan februari ini. Saya senang sekalian sedih. Senang, karena adik saya sudah bertemu pasangan hidupnya. Tapi sedih, karena nggak ada lagi yang momong Bev hiksss. Tapi mau tidak mau harus diterima ya. Saya sudah bersyukur banget, Bev dari brojol dibantuin urus sama adik saya ini. Dia memang telaten banget mengurus bayi dan anak-anak. Dimana pun dia berada selalu disukai anak-anak, dan paling bisa mendiamkan anak-anak nangis.
Kembali lagi ke ART, hasil diskusi saya dengan suami, kami akan mencoba mencari lewat yayasan, mengingat nggak mungkin mama mertua saya yang sudah berusia 66 tahun jaga dua anak (Bev dan sepupu Bev yang berumur 17 bulan full time dijaga mama mertua). Secara jalan aja udah susah, seenggaknya klo kami pake ART yang nginap dan jaga Bev, mama mertua nanti masih bisa di minta tolong buat ngawasin, jadi nanti Bev nggak ditinggal seratus persen sama ART.
Saya pengennya dapat ART baru yang buat nginap, bisa jaga Bev. Sekalian kerjain pekerjaan rumah. Jadi ART yang lama saya berhentikan saja.
Tapi memikirkan pencarian ART saja saya sudah pusing. Saya sudah browsing sana sini mencari penyalur, tapi belum banyak yang saya telponin. Baru hitungan jari. Pas di telpon katanya sedang lagi kosong untuk Governess (jaga anak-anak), adanya baby sitter atau yang buat jagain jompo. Telpon lagi yang lain, katanya sedang dalam perjalanan, tapi terhalang banjir, jadi belum nyampe ke rumahnya penyalur. Ihiksss. Saya coba ikutin saran teman kantor untuk mencoba mencari ART dari Kupang, kebetulan saya punya sepupu di Kupang dan coba kontak lewat bbm, katanya gajinya satu jetong, jleb!! Kemahilan mak, belum lagi transport mendatangkannya ke Jakarta.
Pencarian masih akan terus berlanjut. Semoga segera dapat, saya masukkan pencarian ART ini dalam doa khusus saya, semoga dapat yang baik, yang sayang anak, karena belum apa-apa saya sudah parno duluan, apalagi baca kisah-kisah ebuk ebuk yang pusing tujuh keliling menghadapi tingkah polah ART yang macam-macam. Punya ART kadang banyakan nggak baiknya, malah bikin lebih stress (katanya) tapi karena butuh dan terpaksa jadi banyakan mengurut dada. Huhhhhh. Nggak kebayang. Tunjukkan ya Tuhan ART yang baik. Aminnn..
Semoga dapat dalam waktu dekat ini dan sayang sama anak. Doain yang temans.
Love,
Rika
Powered by Telkomsel BlackBerry®





Jakarta diguyur hujan, banjir dan macet kompakan menyapa

Diperkirakan musim penghujan mulai pertengahan januari sampai pertengahan februari nanti. Dan sudah terasa sekarang. Tiap hari hujan, jemuran makin menumpuk dan bau apek. Karena nyuci pake tangan juga jadinya memerasnya gak bisa maksimal. Jalanan mulai macet, senin lalu saya berangkat dari rumah menuju kantor jam enam pagi, tiba di kantor jam sepuluh. Empat jam lamanya yang normalnya hanya satu jam. Dan tadi pagi, dari subuh sudah hujan lebat.

Saya berangkat lebih pagi dari biasanya, karena takutnya kejadian senin terulang lagi. Tapi nyatanya, tadi pagi itu lebih macet. Sepanjang jalan hujan. Sampai sampai turun di tengah jalan numpang pipis di toilet gardu tol.

Jalur tol dalam kota yang saya lalui tadi pagi, sepeda motor dibolehin lewat tol, karena jalur biasa banjir. Dan karena bapak dan ibu pemilik mobil yang saya tumpangi memutuskan balik arah dan pulang, maka saya dan satu lagi ibu-ibu (hamil) memutuskan turun di tengah jalan, berjalan ke depan sembari berharap ada pengendara sepeda motor lewat. Dan tidak berselang lama kebetulan ada dua pengemudi motor lewat, langsung kita stopin dan minta tolong biar boleh ikutan di bonceng. Dan deal, mau. Lumayan cepet sampai di pintu tol komdak. Dan saya sampai kantor jam 11 siang. Mantabs bukan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jan 11, 2013

Ten Days Praying


Sabat lalu di gereja kami diumumkan program sepuluh hari berdoa. Dimulai dari tanggal 9 sampai 19 januari. Oleh pak Pen dimudahkan dengan membuat jadwal berdoa selama 24 jam per harinya, masing masing dapat 15 menit, dimulai dari jam 6 pagi sampai jam 6 pagi. Jadwal berlaku selama sepuluh hari. Saya sendiri dapat giliran berdoa jam 10 malam. Topik pokok doa adalah rencana renovasi ruang serba guna gereja kami yang sudah sangat rapuh dan rencana renovasi gereja sekalian, dan pribadi kita. 

Malam pertama kemarin saya absen hikkksss. Karena saya sedang dying banget karena masih belum pulih dari sakit tenggorokan. Malam kedua saya jalankan tugas. Doa saya pribadi adalah meminta kebijaksanaan dari Tuhan, juga meminta restu akan keinginan saya untuk memajukan diri dari tempat kerja saya sekarang. Semoga dimudahkan. Semakin hari tekad saya semakin bulat. Walaupun saya tahu saat ini memang saya sangat perlu uang untuk mendukung perkuliahan tiga orang adik saya saat ini, minimal dua tahun ke depan saya harus siap jadi penopang. Well, even an education of my siblings is not my responsibility nor my obligation, tapi bagaimanapun saya akan berusaha supaya semua sama sama maju. Sukses sendiri gak enak kan.

Selain itu, pembangunan rumah dua lantai yang saat ini sedang berjalan, sangat menyedot -biaya banyak. Kami merenovasi rumah mertua, yang mungkin juga akan menjadi rumah masa depan kami. Selain untuk menyenangkan orangtua dimasa tuanya, sebagai ucapan terimakasih kepada orangtua (mertua) atas usaha, pengorbanannya membesarkan kita, mengurus dan menyekolahkan hingga bisa sampai seperti sekarang ini. Belum lagi orangtua dititipin jaga cucu, padahal mertua sudah ujur, berjalan saja sudah susah. Tapi demi anak-anaknya bisa bekerja untuk mempertahankan hidup, ya begitulah. Mungkin pembangunan ini baru kelar bulan april nanti, jadi masih panjang perjalanannya. 

Dan tadi pagi, tidak seperti biasanya Bebev bangun pagi, sehabis saya dan papanya Bev renungan pagi, Bev bangun, segar, ngobrol dengan saya, ketawa-ketawa. Tapi waktu saya pamitan mau mandi, siap siap untuk ke kantor Bev malah nemplok peluk-peluk saya. Jadilah kami bernegosiasi dulu. Saya bilang ke Bev, ntr suatu saat mama nggak pergi ke kantor lagi. Tapi kita akan sama - sama ke toko di atas, nanti Bebev bantuin mama kerjan bantuin packing, bantuin kasi paket ke mas mas JNE, bantuin mama nyapu di toko. Dan dia berbinar. Entahlah papa Bev dengar atau tidak karena dia tiduran di samping kami, entah tidur ayam atau tidur beneran, tapi kata kata yang saya ucapkan itu adalah bagian dari doa saya selama sepuluh hari pekan doa ini. 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Cara mengatasi sakit tenggorokan yang membuat suara saya hilang dua hari sisanya serak seksi

Sejak tanggal dua kemarin, tepatnya hari pertama masuk kerja di tahun 2013 ini, saya memang sudah merasakan tidak enak badan, meriang dan bagian tengkuk berat. Tapi puncaknya hari sabtu sore, suara saya mulai serak, makin lama makin berat. Tapi walaupun udah begitu, nggak tahan ama ajakan suami untuk ikutan pergi ke rumah pak Pen, karena di sana anak-anak muda lagi ngumpul katanya mau bakar-bakar perpisahan karena anak kuliah udah pada mau kembali ke asrama. Jadilah malam mingguan begadang, padahal udah sakau meriang, pegal, linu, batuk, pilek suara makin hilang. Kembali ke rumah jam satu menjelang subuh huaaaa...

Hari minggu pagi begitu bangun tidur asli suara saya hilang. Huaaaa... Ini kedua kalinya seumur hidup suara hilang gara-gara radang tenggorokan. 

Walaupun lagi gak enak badan, tapi hari seninnya saya tetap masuk kerja dan sampai hari ini hari kamis saya nggak izin, canggih ya. Padahal suara saya serak serak seksi kayak abis konser hehehhe. Kenapa gak cuti aja bu? Istirahat gituh, duh... Gimana gitu ya, secara sepertinya tahun 2013 ini saya bakalan banyak minta cuti. Jadi ya sudahlah dibawa jalan ajalah, ntar juga sembuh sendiri. 

Oiya, udah ke dokter blom bu? (Nanya diri sendiri). Nggak, belum ke dokter sih. Sejauh ini kalo hanya sakit batuk pilek demam, sakit tenggorokan begini saya yakin pasti disebabkan virus ntar juga sembuh sendiri. Soale klo ke dokter, ngantri, dipanggil, suruh tiduran, suruh mangap, senter senter, tulis resep pasti ada anti biotiknya. Padahal sakit tenggorokan saya belum tentu perlu antibiotik, bukannya anti dokter loh ya. Tapi ya itu tadi. Selain itu saya juga pelajari dulu penyakitnya, ngandalin mbah google juga. Setelah itu jadi saya treatment aja sendiri. 

Nah, gejala sakit tenggorokan karena virus itu badan meriang, kepala berat seperti mau pilek, hidung meler, batuk dan sakit menelan. Kalo yang beginian gak usah pake antibiotik. Obatnya saya:
istirahat cukup
minum air hangat
Minum wedang jahe bikinan sendiri makan sup ayam hangat hangat
kumur air garam
makan buah pisang
minum madu

Jangan makan yang asam asam dulu, semacam jeruk. Jangan makan wortel mentah. 

Nah, klo sakit tenggorokannya karena bakteri gejalanya nggak seperti mau flu tapi tiba-tiba aja tenggorokan sakit menelan. Untuk memastikan lebih lanjut dokter harus melakukan test usap tenggorokan. Bukan hanya sekedar senter-senter. Teknisnya usap tenggorok belum pernah saya jalani dan belum pernah liat sih. Semoga jangan sampai sakit tenggorokan karena bakteri sih ya. Karena sepertinya treatmentnya harus lebih serius.
Oke fren, jaga kesehatan ya. Sekarang lagi musim panca roba, perubahan cuaca ekstrim sekali. Dan jangan lupa RUM ya. (Rational use medicine). 

Happy healthy...
Powered by Telkomsel BlackBerry®






Jan 10, 2013

Unconditional Love

Ketika engkau masih berusia satu tahun, ia menyuapimu dan memandikanmu. Kau berterima kasih kepadanya dengan menangis sepanjang malam.
Ketika engkau berusia dua tahu dia mengajarimu berbicara. Kau berterima kasih dengan lari menjauh saat ia memanggilmu.
Ketika kau berusia tiga tahun, dia membuat makanan untukmu dengan cinta. Caramu berterima kasih dengan menumpahkan piringmu ke lantai.
Ketika engkau berusia 4 tahun, dia memberikanmu krayon. Kau berterima kasih dengan cara mencoret-coret tembok rumahmu.
Saat engkau berusia lima tahun, dia mendandanimu untuk berlibur. Balasanmu adalah kau mengotorinya dengan main-main lumpur.
Ketika kau berusia enam tahun, dia mengantarkanmu ke sekolah. Kau berterima kasih dengan berteriak, "AKU GAK MAU SEKOLAH."
Ketika kau berusia tujuh tahun, dia membelikanmu bola. Rasa terima kasihmu kau ungkapkan dengan melemparkannya hingga mengenai kaca jendela rumah tetangga.
Ketika kau berusia 8 tahun dia membawakanmu es krim. Kau berterima kasih dengan mencecerkannya di bajumu.
Ketika kau berusia 9 tahun, dia mengirimmu untuk ikut les piano. Terima kasihmu dengantidak pernah mau latihan sama sekali.
Ketika kau berusia 10 tahun, dia mengantarmu ke mana pun engkau pergi, mulai dari main bola, senam sampai datang ke pesta ulang tahun. Kau berterima kasih dengan cara mogok dan tidak mau jalan.
Ketika kau berusia 11 tahun, dia mengantarkanmu menonton film. Kau berterima kasih dengan duduk di deretan yang berbeda.
Ketika kau berusia 12 tahun, dia melarangmu untuk tidak menonton acara TV tertentu. Terima kasihmu dengan cara menunggunya sampai ia pergi keluar rumah.
Ketika kau berusia 13 tahun, dia menyuruhmu memotong rambutmu. Kau berterima dengan dengan mengatakan padanya bahwa kau tidak berselera untuk memotong rambutmu.
Ketika kau berusia 14 tahun, dia membayarimu untuk kemah musim panas selama sebulan. Kau berterima kasih dengan tidak menghubunginya sama sekali selama sebulan itu.
Ketika kau berusia 15 tahun, dia pulang kerja dan mencarimu untuk ia peluk. Kau berterima kasih dengan mengunci kamarmu.
Ketika kau berusia 16 tahun, dia mengajarimu bagaimana caranya menyetir. Kau berterima kasih dengan mau belajar semaumu.
Ketika kau berusia 17 tahun, ia menunggu satu panggilan penting. Kau berterima kasihd engan cara bertelepon ria sepanjang malam.
Ketika kau berusia 18 tahun, dia menangis saat kelulusan SMA-mu. Kau berterima kasih dengan nongkrong di luar sampai fajar.
Ketika kau berusia 19 tahun, ia membiayai kuliahmu, mengantarmu ke kampus, membawakan tasmu. Kau berterima kasih dengan mengatakan selamat berpisah di luar asrama sehingga kau tidak akan dipeluk di depan temantemanmu.
Ketika kau berusia 20 tahun, dia bertanya padamu apakah kau sedang menemui seseorang. Kau berterima kasih dengan mengatakan "Bukan urusanmu!"
Ketika kau berusia 21 tahun, ia menganjurkan karir untuk masa depanmu. Terima kasihmu dengan mengatakan, "Aku tidak ingin sepertimu."
Ketika kau berusia 22 tahun, dia memelukmu saat engkau wisuda. Kau berterima kasih dengan menanyakan apakah ia mau membiayai pikniknya ke Eropa.
Ketika kau berusia 23 tahun, ia memberikanmu perabot untuk apartemen pertamamu. Terima kasihmu dengan pada teman-temanmu bahwa perabotmu jelek.
Ketika kau berusia 24 tahun, ia menemui calon pasangan hidupmu dan menanyakan rencana untuk masa depanmu. Kau bererima kasih dengan mengerlingkan matamu dan mengatakan, "Mah... tolong!"
Ketika kau berusia 25 tahun, ia membantu membiayai pernikahanmu, dan dia menangis dan dia mengatakan betapa dalam ia menyayangimu. Kau berterima kasih dengan pergi jauh dari rumahmu.
Ketika kau berusia 30 tahun, dia mememberikan saran tentang bayimu. Kau berterima kasih dengan mengatakan, "Zaman sudah berubah, tidak seperti dulu lagi."
Ketika kau berusia 40 tahun, dia mengingatkanmu tentang ulang tahun. Kau berterima kasih dengan mengatakan, bahwa kau sangat sibuk.
Ketika kau berusia 50 tahun, dia sakit dan membutuhkanmu untuk merawatnya. Kau berterima kasih dengan membaca beban-beban orang tua yang menjadi anak-anaknya.
Dan kemudian, pada satu hari, ia meninggal. Dan semuanya seperti tidak pernah kau alami. Kau merasa seperti tersambar petir.
Jadi, saat ia masih ada, jangan pernah lupa untuk menyayanginya lebih dari yang pernah kau lakukan. Dan jika ia sudah tidak ada, ingatlah kasih sayangnya yang tulus tanpa mengaharapkan apapun darimu.
Berikan kasih sayangmu pada ibumu! Jangan sampai terlambat! Nikmati setiap kebersamaannya bersamamu!
Jika ibumu ada ditempat ini sekarang, peluklah dia.
Jika ibumu tidak ada di sini, doakanlah dia.
Jika ibumu telah kembali ke pada Bapa di sorga, doakanlah dia.

Powered by Telkomsel BlackBerry®
































Jan 3, 2013

Biarlah yang jauh dan yang dekat semakin dekat

Masih ingat, di awal awal kejayaan smartphone Blackberry, istilah yang jauh makin dekat, yang dekat makin jauh menjangkiti setiap orang yang punya BB ini asyik dengan BB di tangannya, kadang nggak sadar, senyum - senyum sendiri, ngakak-ngakak sendiri, bibir monyong-monyong, kadang mangap, mertua lewat juga nggak digubris. Kalo yang terakhir ini mah kebangetan ya. Ada yang begitukah

Virus smartphone ini pun tidak terlepas telah menjalari keluarga saya. Huhuhu. Bebev anak kami, setiap saya pulang kerja, berlari menyambut saya di pintu. Sambil ngoceh-ngoceh begini:" ma, bawa eptop, bawa eptop (baca tablet). Di tablet Bebev memang sering main game, belajar alfabet, mengenal sayuran dan buah-buahan dll. Terkadang saya sedih juga, Bebev malah ngingatnya eptop ya begitu saya sampai rumah. Ya, tapi anak belajar dari apa yang di dengar dan dilihat. Salah saya sendiri juga, setiap kali saya sengaja tidak membawa tabs ke rumah, ketika Bev tanya, saya malah bilang begini:" wah, maaf ya Bev, mama lupa. Besok sore-sore, telpon mama ya, biar mama nggak lupa bawa eptop. Fiuhhh salah ya ajarannya.

Lain lagi dengan saya, smartphone ini udah layaknya suami kedua. Jiaaahhh hiperbola. Karena setiap sms, bbm, whassup, email yang masuk pasti duit. Ciusssss. Miapaaahhh? Kadang saya karena keasikan menjawab sms, bbm, whassup, email yang masuk, waktu saya yang singkat di malam hari bersama Bebev pun tersita. Yang ada bebev malah main sendiri kadang di tablet, kadang manjat-manjat, buka-buka buku. Atau saya menyuruh Bebev bobo, tangan kiri sambil tepok-tepok Bev tangan kanan sambil pegang BB. Tidak jarang kadang BB jatuh dari tangan mengenai anak yang sedang bobo. Ohhh mamakkk. Anakmu, anakmu boboin dulu yang benar ya, baru pegang smartphone (ngomong sama diri sendiri ceritanya). 

Papa Bev, papa Bev gimana? Papa Bev lain lagi. Sejak punya BB, mainan gamenya itu loh nggak nahanin. Ke toilet aja BB dibawa. Bingung kan. Game nya apaan? Lo kira game yang aneh gitu? Kagak, game sejenis solitaire itu kok. Saya sendiri bingung, apa nggak bosan ya, mainannya itu mulu. Tapi suerrrr betah. Akhir-akhir ini, papa Bev malah lagi keranjingan fesbukan. Kalau saya lihat sih, nggak narsis apdet-apdet status sih, tapi ngecek status orang, liat foto-foto orang. Haisssss. Paling sebel kalo sama-sama di rumah, sama sama goleran di kamar, ehhh malah dianya asik mainin BB, lah saya dianggurin hahahhhaaha. Lebih parah lagi ya, begitu bangun tidur, bukannya cium anak, isteri, suami dulu malah sibuk mencari smart phone, sibuk membaca timeline di twitter atau menulis status. Huhuhu. Suami, isteri, anak lebih penting dibandingkan eksis di dunia maya. Mari manfaatkan waktu kebersamaan dalam keluarga. Sebelum tidur, bacakan dongeng untuk anak, cium kening anak sebelum tidur. Bangun tidur, berdoa dulu. Baru aktivitas.

Powered by Telkomsel BlackBerry®



Jan 1, 2013