Nov 17, 2011

Rejekimu Pagi Ini (Pengamen)

Seperti biasa berangkat kerja dari terminal kampong rambutan menuju kantor saya menumpangi koantas bima, dan pagi ini tidak terlalu penuh. Biasanya penuh sesak oleh karyawan seperti saya yang mengejar jam absen. Bahkan sampai ke bibir pintu. Dan tidak kalah sering saya yang berdiri di bibir pintu itu, yang penting sampai dan tidak terlambat.

Namun, pagi ini penumpang sedikit dan saya dapat tempat duduk. Lalu, di pintu keluar terminal angkot masih merayap mencari penumpang, lalu naik seseorang kenalan saya sebut saja mbak Oni (nama samaran) pun naik ke angkot. Dan saya menyapanya dari tempat duduk saya. Tapi mbak Oni tidak dapat tempat duduk. Jadi mbak Oni berdiri persis di samping tempat duduk saya dan kami mengobrol ngalor ngidul.

Adalah kebiasaan mbak Oni untuk membayari ongkos setiap orang yang dianggapnya temannya. Dan saya selalu kalah cepat untuk membayari ongkosnya. Sering sekali saya tidak enak hati. Dan pagi tadi pun ongkos saya dibayari mbak Oni. Padahal ongkos saya sudah saya siapkan di tangan sebelum mbak Oni naik. Tapi ketika mau kasi ke kernet angkot ehhh… keduluan lagi sama mbak Oni. Saya nggak enak hati. Btw, thank ya mbak Oni.

Kebetulan, karena penumpang tidak penuh, ada pengamen di dalam angkot. Biasanya klo poll nggak bisa ikutan ngamen. Si pengamen sudah membagikan amplopnya. Dan dia bernyanyi apa adanya. Dan uang yang seharusnya buat ongkos tadi masih di tangan saya. Tanpa pikir panjang saya masukkan semua ke dalam amplop pengamen itu. Dan menyerahkannya kembali ke pengamen tadi.

Biasanya pengamen pagi hari lebih sering apes, karena kebanyakan orang hanya berburu waktu, pikiran melayang ke kantor dan mata setiap detik melirik ke jam tangan. Dan wajah-wajah tegang diam membisu terpancar.

Pengamen, biarlah pagi ini engkau dapat rejeki lebih. Semoga berguna untukmu. Jangan belikan sebatang rokok ya.

4 comments:

Belajar Photoshop said...

kalau yg membuat dia bahagia itu sebatang rokok, lalu kita musti gimana lagi?!?!? itukan pilihan beliau :(

joe said...

semoga segera mendapat gantinya deh

Sang Cerpenis bercerita said...

wah pasti si pengamen seneng sekali hari itu. Dpt uang lebih banyak dari kamu. btw, saya dl pernah punya temen yg suka bayarin ongkos bus juga. Jadi suka gak enak hati ya.

Tapi biarlah nanti Tuhan yg balas kebaikan hati kalian berdua.

alaika abdullah said...

mudah2an si pengamen dapat mempergunakan hasil perolehannya ngamen dengan bijak ya mba... dan yang memberikannya juga akan mendapatkan balasan rezeki yang lebih berlimpah...