Dec 19, 2012

Hujan dan Rindu Ini

Desau angin melintas menerpa
Berpadu ayunan dedaunan di sana
Diselingi kicauan burung
Bernyanyi seakan tak ada ujung

Sekejap, suasana itu berganti
Seiring dengan datangnya kabut
Mendung menggelayut
Seperti rasa di hati ini kini

Mentari pun bersembunyi
Yang tersisa hanyalah awan bergumpal
Rintik hujan mulai basahi bumi
Membuat enggan berpijak debu tebal

Senyap, bisu
Tiada desau angin, kini hanyalah derumu
Secercah kilat menyambar
Laksana malaikat memanggilmu

Sekejap berlalu
Mentari kembali menyusup dedaunan
Desir angin menerpa
Dingin menghujam

Hujan,
Engkau telah pergi
Tugasmu usai basahi bumi
Tapi dia kau tinggalkan bersamaku di sini

Aromamu yang khas itu
Menyengat merasuk jiwaku
Tidak, tidak akan kulewatkan waktuku
Walau sekejap bersamamu

Hujan,
Hujan yang mempertemukan kita
Memberi kita arti cinta
Cinta abadi dalam kekekalan

Hujan,
Rinduku telah terobati
Laraku tersirami
Kini aku rela bawalah dia pergi


Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi


Powered by Telkomsel BlackBerry®

7 comments:

Untje van Wiebs said...

Bukan buat lombanya Mbak Ria ya mbak?
Temanya rindu hujan juga hihihi~

Rika Willy said...

@Untje,

betullllllll ikutan di last minute

Elsa said...

waaah nambah satu lagi saingannya nih
hehehhehee

semoga sukses

Latifah Muhammad said...

semoga GAnya sukses ya..
salam kenal, kunjungan perdana.

Penanti Hujan Perindu Pelangi said...

haii makasih sudah ikutan
tunggu pengumumannya tanggal 1 januari ya ;)

Rika Willy said...

@Latifah,

makasi mba, salam kenal juga... segera saya kunjungan balik :)

Rika Willy said...

@Penanti Hujan,
makasiiiiiii yaaaa