Jul 9, 2013

Pindah ke rumah baru (ke rumah mertua)


Judulnya nggak keren banget ya. pindah rumah kudune ke rumah sendiri. ini kok malah ke rumah mertua. Jadi begini ceritanya. Awalnya kami pindah dari kontrakan di kampung rambutan ke Cibinong supaya dekat dengan mertua, agar bisa dimintain tolong jagain Bev waktu itu. Iya, lagi lagi mengharapkan mertua. Puji Tuhan mertua saya termasuk mertua yang baik. 
Sekitar 4 bulan menempati rumah kontrakan kami di Cibinong sekitar bulan Agustus 2011, mama mertua saya menyatakan keinginannya kepada kami agar rumahnya yang di tempatinya sekarang di renovasi dan kami ikut tinggal di sana saja. Waktu itu saya dan papanya Bev hanya diam saja tidak berkomentar, karena memang belum ada gambaran kearah situ. Jadilah  ide dan saran mama mertua saya mengendap begitu saja.
Namun sekitar triwulan kedua tahun 2012, papa Bev mengingatkan kembali akan keinginan mama mertua saya. Lalu kami menjadikan salah satu bahan diskusi serius disela-sela waktu menjelang tidur. Hitung punya hitung dananya sebenarnya belum memadai. Namun jika cukup berani, sudah bisa di mulai. Rumah  mertua saya ada di komplek BTN yang mana dulunya diambilnya muka belakang. Jadi luasnya 120 meter. Dan rencananya kami akan renovasi bertingkat dua, jadi nantinya setelah selesai renovasi mertua saya akan menempati lantai bawah dan kami akan menempati lantai atas. Setelah  mantap dengan segala perencanaan khususnya uangnya yang tentunya tidak sedikit, akhirnya pembangunan dimulai tanggal 06 september 2012. Pengerjaan dimulai tanpa desain khusus tanpa arsitek, dan dikerjakan dengan tukang bangunan harian. 

Dengan berganti tukang beberapa kali, ditipu tukang plafon, ditinggalin nggak selesai sama tukang plafon, sungguh membuat emosi dipaksa bersabar double double.

Karena satu dan lain hal,  akhir pada tanggal 17 Juni kemarin, kami pun menempati rumah  itu dengan kondisi belum seratus persen selesai. Tangga belum dipasang sempurna, belum ada pagar tangga naik ke atas, kamar mandi atas belum selesai, kamar atas baru satu yang selesai, akhirnya kami tinggal di kamar seadanya dan berdebu itu sudah pasti. 

Karena memang tidak ada bakat desain dan juga tidak pakai arsitek, jadinya penempatan colokan listrik tidak sesuai dengan keinginan, lah wong keinginan untuk meletakkan barang itu, barang ini muncul setelah "tour house" di google. Ya, tapi semua bisa diatasi. Let make life simple, right!

Semoga dalam waktu sesingkat-singkatnya selesai tuntas seratus persen. Rasanya risih sekali melihat barang berserakan dimana - mana, berdebu.
 




3 comments:

Elsa said...

hehehe sabaaar sabaaaarrr...
milih tukang bangunan tuh kayak milih jodoh kali yaa... susah susah gampang, dan kalo memang berjodoh dengan yang terbaik, bisa jadi setiiiiiiaaaa menggunakan jasanya terus.

D I J A said...

Adik Bev lebih suka dong... serumah sama oma opa???

Lidya - Mama Cal-Vin said...

semoga semuanya lekas beres ya rumahnya