Feb 15, 2012

Mendadak Jadi Kutu Buku


Halo blogger? Sudah lama sekali rasanya tidak posting di rumah. Biasalah, sibuk. Banyak banget kerjaan kantor, kerjaan pribadi tidak terkecuali. Baru sekarang nulis lagi deh.

Masih ingatkan yang saya tulis sebelumnya, bahwa tahun ini saya targetkan membaca 52 buku, pengennya tercapai. Tapi jadwal saya sangat padat. Dengan profesi sebagai emak, sebagai juru hitung di kantor, sebagai juru tulis point jaringan, sebagai tenaga marketing bisnis saya, dan sebagainya yang lain, sangat menyita waktu dan tenaga.

Tapi saya tetap bertekad untuk bisa membaca beberapa lembar halaman buku dalam sehari. Waktu yang paling tepat buat saya untuk membaca hanya dalam bus saat saya berangkat kerja. Syukur-syukur kalau saya dapat tempat duduk. Jadi bisa membaca dengan tenang. Namun, kalau tidak dapat tempat duduk, dengan bergaya ala kadarnya, tangan kanan dan kiri gantian gelantungan kayak Tarzan pegangan di sisi bus, tangan satunya pegang buku dan lanjut membacanya. Kadang saya sempatkan juga membaca saat di perjalanan pulang kerja. Tapi repotnya kadang bus penuh banget dan banyak yang berdiri, atau lampu bus yang samar-samar membuat mata sakit kalau dipaksakan membaca.

Pernah satu kali peristiwa, entah karena saya tiba-tiba jadi kutu buku ada kejadian konyol yang membuat saya geli sendiri. Saat itu saya mau berangkat kerja naik bus Cianjur – Jakarta dan tidak dapat tempat duduk. Bus tigaperempat dan ber-AC. Jadi walaupun berdiri masih nyaman dan adem. Lalu saya ambil posisi enak dengan sandaran di kursi penumpang lalu mengeluarkan buku dari tas saya. Saya asik membaca. Tapi beberapa detik ujung mata saya melirik kepada seorang ibu yang duduk di depan saya. Dia tersenyum-senyum melihat saya. Tapi saya cuek saja. 

Sesampainya di terminal Kampung rambutan, saya berganti bus untuk meneruskan perjalanan. Kali ini naik bus non AC dan berdiri lagi untuk kedua kalinya. Walau berdiri saya tetap meneruskan bacaan saya di bus ini. Dan di tengah keasikan saya membaca, ujung mata saya melihat seorang bapak-bapak tersenyum senyum melihat saya. Saya kembali cuek. Saya piker ahhh… apa yang salah. Biasa aja kaleee..

Sesampainya di kantor, saya langsung ke toilet untuk memperbaiki dandanan saya. Ketika saya melihat ke cermin, Astaga!! Kata saya. Sambil saya tertawa sendiri. Pantesan ibu dan bapak itu senyum senyum melirik saya. Ternyata oh ternyata. Ternyata memang ada yang kurang pas dengan penampilan saya pagi itu. Pagi itu saya memakai baju kemeja lengan pendek dan celana panjang hitam. Karena cuaca sering hujan, saya juga pakai jaket jeans. Ternyata kerah baju kemeja saya sebelah kiri masuk dan sebelah kanan keluar. Ah…. Saya tepok jidat sendiri. Saya tertawa, kok saya kok tiba-tiba jadi seperti Estein yang sedang maniak melakukan percobaan demi percobaan, sampai lupa makan, lupa sisiran. Saya tiba-tiba jadi kutu buku jadi gak perhatikan kerah baju saya. Akhhhh…. Saya malu. Tapi saya bisa mentertawakan diri saya sendiri pagi itu.

5 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

hehehe. saya juga pernah begitu. kerah baju masuk sebelah. hehee

Rika Willy said...

rasanya gmn gitu ya mbak. 0_0

Sang Cerpenis bercerita said...

oot : apakah masih berminat beli buku "aku terlahir buta"? ditunggu imelnya ya. Makasih.

Elsa said...

aku juga punya target beca sekian buku...

hasilnya, AMBURADUL!!!

Hahahhaaaa

Rika Willy said...

@Elsa,

lanjutkan....