Feb 16, 2012

Modus Penipuan

Selasa kemarin (15/02)sekitar jam 11 siang saya menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Sebagai distributor produk kesehatan Jeli Gamat Luxor dan saya punya website dan nomor hp saya banyak beredar di internet karena saya sering pasang iklan, jadi saya tidak heran dengan nomor tidak dikenal menelpon saya. Saya angkat dan tanggapi dengan baik.


Beginilah percakapan di telpon:

Saya: Selamat pagi

Penipu: Selamat pagi bu. Dengan ibu Rika? Untuk jadi member bagaimana bu? Ibu, direktur luxor bapak Bobby..nnn…nnnn… (terbata bata)

Saya: Saat ini sedang ada promo pak. Bapak bisa lihat detailnya di website saya
Penipu: Jeli gamat 1 liter berapa bu? Rp 460,000 ya bu? Minimal order berapa bu? Memberikan pertanyaan kepada saya secara bertubi tubi.

Saya: Kalau bapak member beli 4 botol rp xxxxx.

Penipu: Ya sudah bu, saya tanyakan dulu. Lalu dia tutup telpon. Entah siapa yang mau ditanya.

Lalu tidak lama kemudian saya terima sms dari agent saya di Jambi. Isinya begini:” Bu, memang benar ya ada dinas sosial Jambi mau beli jeli gamat Luxor? Saya balas:” Baru dengar saya tentang ini” Tidak berselang lama agent saya di lampung telepon saya. Katanya:” bu, tadi saya di telepon katanya pak Toni direktur luxor Jakarta mau kirim barang untuk walikota lampung, Tapi karena ceknya tidak bisa cair, jadi saya disuruh talangi dulu, Karena saya agent di Lampung”.

Insting saya langsung berbicara. Ini PENIPUAN. Lalu saya bilang ke agent saya di lampung, jangan di layani, ini penipuan bu, hati hati ya.

Sembari saya sms in ke agent agent saya agar hati-hati sekiranya di telpon penipu ini (karena nomor HP yang digunakan menelpon saya dan agent yg sudah di telpon sama), agent saya yang lain menelpon saya.

Bertubi tubi telpon dan sms dari agent agent saya menanyakan konfirmasi. Ternyata di PENIPU keparat itu menggunakan modus yang sama ke semua agent saya. Dan dia membawa-bawa nama saya dan luxor Jakarta. Si Penipu ini bilang bahwa pak Toni direktur Luxor mau kirim jeli gamat Luxor 1 liter sebanyak 100 botol barang ke walikota/gubernur kota xxxx (sesuai kota domisili agent agent saya). Tapi karena cek nya belum bisa cair hari ini, jadi tolong anda talangi dulu separoh. Kan, anda agent di kota xxx (kota domisili agent).

Coba bayangkan jika 1 botol rp 460,000 maka 100 botol rp 46 juta. Separohnya 23 juta…. Gilaaaakkkk…

Ternyata si Penipu itu menghubungi semua agent saya mulai dari sabang sampai merauke. Dan ada satu agent saya mungkin dia di telepon sebelum terima sms dari saya. Dari teleponnya ke saya menanyakan tentang kebenarannya, ketika saya bilang INI PENIPUAN dia berucap Astagafirullah…. Serius bu? Katanya kaget. Lalu mematikan telpon. Saya sms, menanyakan apakah dia sudah keburu transfer, agent saya tidak balas sms saya. Ketika saya kirim sms warning tentang PENIPUAN ini , agent saya itu balas begini:”Iya bu, tapi infonya... ” Saya bisa membaca dari reaksi agent saya pertama kali saat saya bilang ini penipuan dan jawaban sms nya yang gantung, dia terjebak. Saya coba telpon lagi, sibuk. Coba lagi beberapa kali, akhirnya masuk. Agent saya bilang:” iya mbak, uang saya hilang”. Saya diam terhenyak. Tidak tau mau bilang apa. Agent saya tidak bilang berapa uangnya yang hilang. Tapi bayangkan jika separoh dari 46 juta. Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. Stress saya. PENIPUUU… KEPARATTTTT.

Sampai tadi pagi masih ada agent saya yang konfirmasi tentang penipu ini. Mungkin saat penipu telpon kebetulan HP mereka tidak diangkat. Ada juga yang angkat tapi tidak ditanggapi.

Arghhhhhh…. Stress. Kasian agent saya. Penipu keparat itu. Terimalah kelak upahmu di neraka… hiksssssssss

Bagi teman teman yang membaca ini, hati hati ya. Ada manusia di luar sana penipu, yang tidak takut akan Tuhan, tidak takut dosa, tega melakukan jalan pintas untuk mendapatkan uang dari hasil keringat orang lain.

Rika





6 comments:

Una said...

Ehhh, kok serem sih? :(

Sang Cerpenis bercerita said...

heran ya. orang2 itu gak takut dosa apa. duh duh...

Elsa said...

semoga si penipu cepet masuk neraka

the others said...

Ya ampun mbak, tega banget ya ada orang berbuat jahat dengan menipu spt itu kepada banyak orang.

Anonymous said...

bener tuh mba elsa, penipunya semoga membusuk suk suk suk di neraka ....

agus said...

Tadi barusan baca-baca komen orang, kalo kena musibah kaya gitu katanya jarang sedekahnya